- Tasya Kamila dikritik netizen karena kontribusi pasca-studi LPDP dianggap minim meskipun telah menuntaskan kewajiban pengabdian.
- Beberapa artis lain penerima beasiswa LPDP adalah Maudy Ayunda (Stanford), Gita Gutawa (LSE), dan Acha Septriasa (Malaysia).
- Isyana Sarasvati dan Alyssa Soebandono mengklarifikasi bahwa studi mereka dibiayai beasiswa prestasi kampus atau pribadi, bukan LPDP.
Suara.com - Usai diramaikan kasus Dwi Sasetyaningtyas, awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) S2 di Belanda, sorotan tajam terhadap penerima beasiswa tersebut kini menyasar kalangan artis.
Tasya Kamila menjadi nama terbaru yang paling santer kena rujak netizen.
Niat hati ingin transparan soal kontribusi pasca-studi, laporan pengabdian istri Randi Bachtiar itu justru menuai sinisme publik.
Netizen menilai kontribusi lulusan Columbia University ini tidak sebanding dengan biaya miliaran rupiah yang digelontorkan negara.
Kegiatan yang dipamerkan, seperti menjadi pembicara seminar dan kampanye lingkungan di media sosial, dianggap terlalu sederhana.
Menanggapi polemik tersebut, artis 33 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya telah menuntaskan kewajiban pengabdian sesuai rumus 2n+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun).
"Tugas pengabdianku secara resmi sudah selesai. Kontribusi itu bentuknya macam-macam, tidak harus selalu di birokrasi, tapi bisa lewat edukasi dan proyek lingkungan," kata Tasya dalam klarifikasinya, Senin, 23 Februari 2026.
Adapun Tasya Kamila bukan satu-satunya pesohor yang mengenyam pendidikan dengan uang pajak rakyat.
Berikut adalah daftar artis Indonesia yang terkonfirmasi menerima beasiswa LPDP:
1. Maudy Ayunda
Istri Jesse Choi ini adalah awardee LPDP yang paling populer.
Maudy lulus dari Stanford University, Amerika Serikat, pada 2021 dengan gelar ganda (Joint Degree) untuk jurusan Administrasi Bisnis (MBA) dan Pendidikan (MA).
Hingga kini, pelantun "Perahu Kertas" ini kerap dijadikan standar kesuksesan penerima beasiswa oleh netizen.
2. Gita Gutawa
Putri komposer Erwin Gutawa ini merupakan angkatan awal penerima LPDP.
Gita merampungkan studi S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, jurusan Culture and Society pada 2015.
Sepulangnya ke Tanah Air, dia aktif di sektor ekonomi kreatif dan pendidikan musik lewat program "Di Atas Rata-Rata".