Suara.com - Nama Alyssa Soebandono ikut terseret dalam polemik beasiswa LPDP yang ramai diperbincangkan publik usai kontroversi Dwi Sasetyaningtyas mencuat.
Sejumlah figur publik disebut sebagai penerima dana pendidikan negara tersebut sehingga kontribusi mereka terhadap Indonesia ikut dipertanyakan masyarakat.
Di tengah derasnya spekulasi, Alyssa Soebandono akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya untuk meluruskan informasi yang beredar.
Istri dari Dude Harlino itu menegaskan dirinya bukan penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri sebagai peserta program tersebut.
Dalam pernyataannya, Alyssa menyebut pemberitaan yang menyebut dirinya alumni LPDP tidak sesuai fakta dan perlu segera dikoreksi.
"Faktanya, saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri," kata ibu tiga anak tersebut.
Alyssa juga menjelaskan bahwa pendidikan S1 ditempuhnya di Monash University dengan biaya pribadi tanpa campur tangan beasiswa pemerintah Indonesia.
Untuk jenjang S2, dia mendapatkan beasiswa penuh dari London School Of Public Relations atau LSPR, bukan dari LPDP.
Baca Juga: Tasya Kamila Dihujat Usai Pamer Laporan Pengabdian, Siapa Saja Artis Penerima LPDP?
Dalam unggahan lanjutannya, Alyssa turut membagikan tautan tulisan blog lama yang memuat perjalanan akademiknya secara rinci dan kronologis.
Tulisan tersebut pertama kali dipublikasikan pada 2013 dan berisi pengalaman lengkapnya menempuh Magister Ilmu Komunikasi di LSPR Jakarta.
Alyssa mengungkapkan lulus S1 pada 13 Desember 2011 lalu memutuskan kembali ke Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan pascasarjana.

Program S2 yang ia ambil berdurasi satu setengah tahun dengan konsentrasi Corporate Communication serta berbagai tantangan akademik.
Dia bahkan meraih nilai High Distinction untuk tugas Strategic Issues Management yang dinilai oleh Edith Cowan University Australia.
Pengalaman sidang tesis pada 16 Oktober 2013 disebutnya sebagai momen menegangkan sebelum akhirnya dinyatakan lulus dengan rasa syukur mendalam.
Alyssa juga terpilih sebagai Best of the Best Student untuk Post-Graduate Programme 2013 setelah melalui proses seleksi tambahan dan wawancara.
Klarifikasi ini menjadi penting di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap alumni beasiswa negara dan tuntutan transparansi penggunaan dana pendidikan.
Dengan pernyataan terbuka tersebut, Alyssa berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait status pendidikannya maupun sumber pembiayaannya.
Kontributor : Chusnul Chotimah