Suara.com - Kasus LPDP yang melibatkan sosok influencer bernama Dwi Sasetyaningtyas berbuntut panjang.
Kasus ini menjadi perhatian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga suaminya, Arya Iwantoro diminta untuk mengembalikan dana pendidikan karena diduga melanggar ketentuan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), khususnya terkait aturan 2N+1.
Sebagai informasi, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban yang harus dipenuhi.
Salah satunya adalah menjalankan masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun (2N+1).
Dalam hal ini, berdasarkan perhitungan, total masa studi Arya adalah tujuh tahun (S2 dua tahun dan S3 lima tahun). Di mana, menurut aturan 2N+1, masa pengabdian yang seharusnya dijalankan di Indonesia mencapai 15 tahun.

Tapi, alih-alih mengabdi, Arya malah memilih untuk terus-menerus tinggal di luar negeri dengan dalih melanjutkan studi dan berkarier.
Hal itulah yang membuat warganet merasa geram karena perbuatannya tersebut dinilai merugikan negara.
Perkiraan Biaya Studi dan Hidup Arya Iwantoro
Untuk menjawab rasa penasaran publik, sebenarnya berapa uang yang dihabiskan Arya Iwantoro?
Berapa dana LPDP yang berasal dari uang rakyat untuk studi S2 dan S3 Arya di Belanda? Simak perkiraannya berikut ini!
Baca Juga: Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
Berdasarkan penelurusan melalui profil LinkedIn, Arya Iwantoro diketahui melakukan studi S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda.

Arya studi selama tujuh tahun, rinciannya studi S2 selama dua tahun (2014-2016) dan studi S3 selama lima tahun yakni 2017-2022.
Berdasarkan laman students.uu.nl, biaya studi S2 dan S3 per tahunnya di Utrecht University beriksar EUR16.000-20.000.
Di mana, apabila dirupiahkan dengan kurs Rp19.000, biaya maksimal yang dihabiskan Arya adalah Rp380 juta per tahun.
Maka, untuk biaya pendidikan saja, dengan masa studi total tujuh tahun, Arya sudah menghabiskan dana LPDP sebanyak Rp2,6 miliar.
Tentu saja, besaran biaya tersebut belum menghitung sejumlah benefit yang diberikan LPDP.
Di mana, LPDP juga memberikan bantuan pembinaan seperti buku, bantuan riset, asurasi hingga biaya hidup untuk para awardee.
Jika lebih dirinci, untuk benefit per tahun, Arya mendapatkan tunjangan buku sebesar Rp10 juta, bantuan seminar sebesar Rp15 juta, bantuan publikasi sebesar Rp25 juta, biaya asuransi sekitar Rp29 juta, dan biaya hidup sebesar Rp342 juta.
Maka, total benefit per tahun yang diterima sebesar Rp421 juta. Apabila dikali tujuh tahun masa studi, total keseluruhan yang diterima Arya sebesar Rp2,9 miliar.
Apabila digabungkan dengan biaya studi dan benefit yang didapat selama tujuh tahun masa studi, Arya diprediksi sudah menghabiskan dana LPDP setidaknya Rp5,5 miliar.
Kontributor : Anistya Yustika