Suara.com - Dunia pendidikan tinggi di Indonesia mendadak digemparkan insiden berdarah yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau pada Kamis, 26 Februari 2026.
Seorang mahasiswi tingkat akhir, Faradilla Ayu Pramesti menjadi korban pembacokan brutal yang dilakukan rekan satu program studinya sendiri, Raihan Mufazzar.
Publik bertanya apa yang sebenarnya memicu Raihan tega melakukan aksi keji tersebut?
Berawal dari Kebersamaan di Lokasi KKN
Akun X narkosum membagikan cerita perkenalan Raihan dan Farah, sapaan akrab Faradila.
Keduanya disebutkan mulai saling mengenal saat ditempatkan dalam satu posko Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Di mata rekan-rekannya, Raihan dikenal sebagai sosok yang sangat introvert, tenang, dan irit bicara.
Sebaliknya, Farah adalah pribadi yang ceria, humanis, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
Karena melihat Raihan yang sangat tertutup dan sulit berinteraksi dengan anggota tim lainnya, Farah berinisiatif mengajakmya mengobrol agar program kerja KKN dapat berjalan kompak.
Niat tulus Farah untuk merangkul rekan kerjanya ternyata disalahartikan oleh Raihan.
Merasa mendapat perhatian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Raihan mulai menaruh perasaan lebih atau "baper" kepada Farah. Meskipun ia mengetahui bahwa Farah sudah memiliki kekasih.
Obsesi yang Berubah Menjadi Teror
Memasuki pertengahan hingga akhir masa KKN, keduanya terlihat sangat akrab.
Namun, niat Farah tetap murni sebatas profesionalitas rekan satu tim. Gejala obsesi Raihan mulai muncul setelah KKN berakhir.
Ia sering menunggu Farah di depan kelas dan terus mendatangi korban di berbagai kesempatan.