Warganet lain ikut memberikan komentar panjang yang menyoroti cara Agnez menempatkan diri di berbagai situasi publik.
"Aku sudah lihat di postingan @agnezmo, dia pandai menempatkan diri, pakaian menyesuaikan dan komunikasinya supel," tulis seorang pengguna.
Komentar tersebut juga menyinggung kecerdasan emosional Agnez yang dinilai terlihat dari responsnya terhadap komentar publik selama ini.
Warganet lain menilai Agnez sebagai figur gentle, berkualitas tinggi, berbakat, terpelajar, serta tetap rendah hati dalam keseharian.
Dia juga dipuji karena bersedia menghadiri buka puasa meski berbeda keyakinan dan tetap menyesuaikan busana dengan suasana.
Agnez sendiri menyebut toleransi beragama sebagai detak jantung kemanusiaan, meski dirinya seorang Kristiani dan tidak menjalankan puasa hari itu.
Dia merasa terhormat dapat bertemu Konsul Jenderal, keluarga, staf KJRI, mahasiswa diaspora, hingga perempuan di rumah perlindungan.
Kontributor : Chusnul Chotimah