Suara.com - Konten tenaga kesehatan alias nakes kembali menjadi sorotan karena dianggap tak etis.
Dalam konten yang jadi viral, tampak dua tenaga nakes berlarian dengan kedua tangan telentang seolah memperlihatkan keceriaan.
"Ruang Bersalin" menjadi latar para nakes itu membuat konten.
Musik yang dipilih untuk kontennya pun menunjang keceriaan yang sedang mereka rasakan.
Namun caption yang dituliskan dalam konten dua nakes yang kegirangan itu justru tidak seharusnya dalam kondisi ceria.
"Reaksi bidan saat berhasil mengoperkan bayi jelek ke ruangan sebelah," tulis pembuat konten.
Dokter Purnawan Senoaji melalui akun Instagram @purnawansenoaji_dr ikut memberikan tanggapan.
"Sudah banyak kasus-kasus kurang empatinya nakes (dokter, perawat, bidan, dkk) terhadap pasien," tulis Dokter Purnawan pada Rabu, 4 Maret 2026.
"Eh ini malah bikin konten yang malah memancing kegaduhan pemirsa sosmed," sambungnya.
Dokter Purnawan lantas meminta izin untuk memberikan penjelasan terkait 'bayi jelek' yang dimaksud para nakes dalam konten viral tersebut.
Bukan secara fisik, 'bayi jelek' merujuk kepada kondisi kesehatan bayi yang baru lahir.
"Ada istilah yang mungkin kurang pas untuk didengar kalangan nonmedis. 'Bayinya jelek' maksudnya kondisi bayi jelek," terang Dokyer Purnawan.
"Sedangkan kalo dikontenin, yang nonton kesannya seperti kita nakes itu shaming," lanjutnya.
Kejadian semacam itu rupanya pernah terjadi di dunia nyata, yakni orangtua bayi salah paham dengan sebutan 'bayi jelek'.
Namun para orangtua diceritakan tidak masalah bayinya disebut 'jelek' asal sehat.
"Jadi salah terima kan. Itu harus jadi pembelajaran buat kita (nakes). Kalimat-kalimat kita harus ditata," tegas Dokter Purnawan.
Lebih lanjut, Dokter Purnawan menyoroti konten nakes terkesan bahagia karena merasa bebannya lepas setelah menyerahkan 'bayi jelek'.
Dokter Purnawan menyayangkan lantaran orang awam akan menganggap para nakes tidak punya empati.
"Semoga nakes-nakes semua bisa selalu bekerja dengan baik, dan tetap menempatkan empati yang baik kepada pasien-pasiennya," tutup Dokter Purnawan.
Warganet pun ikut mengecam para nakes yang membuat konten nirempati semacam itu.
"Tolong lah nakes punya empati sedikit! Punya etika dikit gak usah bikin konten-konten sampah begini," komentar akun @theluckybelly
"Dikira lucu kali," sahut akun @boyradit***.
"Dipecat baru nangis-nangis, mana pake baju kerja gak ada empatinya," kata akun @veele***.
"Yang lari-lari bak india kayak bukan perempuan. Padahal dia juga akan melahirkan anak. Who knows apa yang dia kontenin terjadi pada bayinya sendiri," sentil akun @ayujnaturawo***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi