Suara.com - Ketidakhadiran dua ulama besar Indonesia; Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das'ad Latif di acara silaturahmi para kyai dan organisasi kemasyarakatan Islam menjadi pertanyaan publik.
Acara itu diselenggarakan oleh Istana Negara atas undangan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Agar publik tak berspekulasi negatif, dua ulama besar ini memberikan klarifikasi terbuka lewat akun media sosial masing-masing.
Baik Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das'ad Latif menjelaskan alasan sebenarnya tidak bisa hadir di acara kumpul para ulama untuk membicarakan masalah umat.
Klarifikasi Ustaz Abdul Somad (UAS)
Akun resmi UAS mengunggah undangan dari Presiden Prabowo sambil mengungkapkan alasannya tak bisa hadir.
Menurutnya bukan karena dia tak pro pemerintah, dia hanya sedang ada acara lain.
Ini karena sang ustaz sedang tidak di Indonesia karena dakwah di luar negeri.
"UAS tidak dapat menghadiri undangan pertemuan Presiden dan organisasi kemasyarakatan Islam karena sedang safari da’wah di Brunei Darussalam," tulis akun resminya pada 5 Maret 2026.
Meski begitu, UAS tetap memberikan harapan agar pertemuan dengan para kyai dan ulama itu bisa menghasilkan hal bermanfaat untuk umat.
"Semoga pertemuan tersebut bermanfaat untuk ummat dan bangsa. Amin," tuturnya.
Klarifikasi Ustaz Das'ad Latif
Sama dengan UAS, Ustaz Das'ad Latif juga tak terlihat datang ke undangan Presiden Prabowo.
Dia tak menghadiri acara tersebut karena sudah ada jadwal awal yang tak bisa ditinggalkan.
"Dengan segala hormat, kami menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri undangan silaturahmi tersebut. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan lain yang telah terjadwal sebelumnya," katanya.
Sang ustaz satu ini juga tetap mendoakan agar acara itu bisa berjalan lancar dan mempererat hubungan sesama ulama.
"Kami tetap mendoakan semoga acara silaturahmi tersebut berlangsung dengan lancar, penuh keberkahan, serta semakin mempererat hubungan kebersamaan antara ULAMA dan UMARO. Amin," tuturnya.
Keputusan UAS dan Ustaz Das'ad Latif tak hadir di acara negara pun disanjung.
Ini karena sang ustaz dianggap lebih mementingkan umat daripada undangan pemerintah.
"Mantap Ustaz dan Uas sepaket, aku setuju lebih baik mengindahkan undangan yang sebelumnya sesuai jadwal," komentar netizen.
"Nah gini yang keren, tidak batalin janji sebelum nya demi Presiden," kata netizen lain.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah