Suara.com - Di tengah keriuhan tradisi pulang kampung atau mudik yang menjadi momen paling dinanti masyarakat Indonesia, sebuah unggahan di media sosial TikTok mendadak menjadi sorotan tajam.
Bukan karena kemewahan yang dipamerkan, melainkan karena kesederhanaan luar biasa yang ditunjukkan oleh seorang pria melalui akun pribadinya.
Postingan pria di akun TikToknya viral setelah pamer oleh-oleh untuk mudik ke kampung halaman.
Dalam video yang beredar luas tersebut, sang bapak tampak memperlihatkan satu per satu barang yang akan dibawa pulang untuk keluarganya.
Pemandangan ini sangat kontras dengan tren pamer kemewahan yang sering menghiasi lini masa.
Meski barang-barang tersebut mungkin dinilai biasa bagi sebagian orang, raut wajah sang bapak memancarkan kebanggaan yang tak ternilai.
Melalui keterangan unggahannya, dia menuliskan kalimat yang menyentuh hati siapa pun yang membacanya.
"Alhamdulillah oleh-oleh mudiknya udah ada lumayan biar anak-anak istri senang," tulis akun Yanasuryana.1979 yang mengaku sebagai pedagang aksesoris keliling.
Ungkapan syukur ini menjadi bukti nyata bagaimana seorang kepala keluarga memandang tanggung jawabnya.
Bagi dirinya, hal itu menjadi bentuk tanggung jawab dan kasih sayang sebagai kepala keluarga.
Kisah ini dengan cepat menyebar di media sosial dan membuat netizen merasakan getirnya perjuangan mencari nafkah.
Tak disangka, video itu justru memantik simpati dari banyak netizen.
Ketulusan pria tersebut dalam menyiapkan kepulangan meski dengan keterbatasan ekonomi membuat banyak orang merasa terenyuh.
Kolom komentar pun dipenuhi doa dan dukungan.
Tak hanya itu, beberapa bahkan langsung memberikan bantuan dengan mengirimkan uang hingga paket lebaran.
Bahkan ada yang ingin menitipkan baju hingga menawarkan ongkos tambahan sebagai bentuk apresiasi.
"Pak minta rekeningnya pak mau kasih thr untuk anak bapak," komentar netizen.
"Bapak, aku mau titip kirim baju lebaran buat bapak dan istri juga," komentar lainnya.
"Pak, saya nasrani. ongkos travelnya dari saya pak," celetuk lainnya.
Reaksi kolektif ini membuktikan bahwa empati masyarakat masih sangat tinggi terhadap perjuangan jujur seorang ayah.
Momen sederhana itu seakan mengingatkan banyak orang bahwa kebahagiaan keluarga sering kali lahir dari hal-hal kecil yang penuh ketulusan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah