Suara.com - Kehadiran Permadi Arya atau lebih dikenal dengan nama Abu Janda di acara "Rakyat Bersuara" tengah menjadi sorotan.
Dalam cuplikan yang beredar, Abu Janda membantah peran Palestina dalam kemerdekaan Indonesia.
Sebagai informasi, Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini menyiarkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia melalui Radio Berlin pada 6 September 1944.
Namun Abu Janda menyebut peran Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia itu hanya fiksi.
"Karena waktu itu sudah di bawah kekuasaan Inggris, si Mufti Palestina ini kaburlah, buron ke Mesir," ujar Abu Janda.
Agus Salim sebagai diplomat yang melakukan misi diplomasi ke Timur Tengah untuk menggalang dukungan kemerdekaan Indonesia pun diyakini Abu Janda hanya kebetulan bertemu Mufti Palestina.
"Ketika delegasi Kiai Haji Agus Salim ke Mesir, ketemu enggak sengaja sama si Mufti ini yang lagi jadi buronan di Mesir," ucap Abu Janda.
"Lalu ada lah cerita-cerita ini yang tidak ada textbook-nya, sumbernya cuma dari meme. Ini pseudohistory semua. Bisa dibilang fiksi lah gitu," imbuhnya.
Muhammad Husein yang dikenal sebagai aktivis pro Palestine langsung membantah klaim "fiksi" dari Abu Janda dengan judul sebuah buku.
"Silakan baca buku judulnya Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri tulisan Muhammad Zein Hassan tahun 1970," kata Husein.
Feri Amsari selaku pakar hukum tata negara pun dibuat kesal dengan pernyataan Abu Janda.
![Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/05/46000-feri-amsari.jpg)
"Coba tanya buku apa yang dia pakai?" tanya Feri.
"Lu semua yang gue bilang, lu boleh cross-check ke berbagai sumber, pasti isinya sama semua," jawab Abu Janda.
Jawaban Abu Janda saat ditanya referensi itulah yang jadi olok-olokan publik.
Abu Janda tak bisa menjawab satu buku pun untuk mendukung pernyataannya.
"Sumbernya lu boleh cek ke mana pun yang gue ngomong pasti bener kok," kata Abu Janda.
"Kok kita suruh ngecek? Orang kita nanya sumbernya mana!" ujar Husein.
Masih ngotot, Abu Janda juga tak percaya pendiri bangsa Indonesia punya komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.
"Waktu itu Pak Karno itu mencantumkan atau mention soal Palestina, karena sedang mengambil hatinya Mesir supaya memberikan pengakuan," ucap Abu Janda.
Feri Amsari kembali membantah pernyataan Abu Janda dengan referensi buku yang pernah dibacanya.
"Saya tidak pernah mendengar ya, baik di buku Cindy Adams yang bicara soal keseharian Presiden Soekarno maupun buku sejarah-sejarah yang lain yang menyatakan perspektif bahwa kita mau mengambil hati Mesir," tutur Feri.
Selain mengolok-olok Abu Janda, warganet ramai menyalahkan iNews yang mengundangnya.
"ODGJ diundang aneh-aneh aja lu iNews," komentar akun @tanakaa***.
"Kalau enggak ngang-ngong bukan Abu Jamban namanya. Gampang nuduh hoax orang lain giliran ditanya sumber informasinya darimana dia ploga-plongo," sahut akun @fuadbak***.
"Kalau cuma nyerocos begitu, anak SD juga bisa," kata akun @info.kuliner***.
"Di akun sebelah saya udah nanya @officialinewstv atau mas @aimanwitjaksono apa tujuan dan faedahnya ngundang bocah gemblung itu," timpal akun @lukyr***.
"Kebodohan yang dipertontonkan," balas akun @savidsd***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi