Suara.com - Sosok Permadi Arya, atau yang lebih populer dengan nama panggung Abu Janda, kembali menjadi pusat perhatian publik di tanah air.
Setelah aksi pengusirannya dari sebuah program televisi menjadi perbincangan hangat, kini identitas keagamaannya kembali dipertanyakan oleh netizen.
Hal ini dipicu oleh beredarnya kembali foto lama yang diduga memperlihatkan dirinya sedang berada di situs suci umat Yahudi, Tembok Ratapan, Yerusalem.
Banyak pihak yang penasaran mengenai latar belakang keyakinannya.
Berdasarkan informasi profilnya, Abu Janda adalah seorang aktivis media sosial dan influencer yang secara konsisten mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Muslim.
Identitas ini sering ia tunjukkan melalui penampilannya yang khas dengan atribut budaya santri, seperti penggunaan peci dan kain sarung dalam berbagai kesempatan.
Tak hanya itu, kredibilitasnya sebagai seorang Muslim juga diperkuat dengan afiliasinya di organisasi GP Ansor, sebuah badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), di mana ia terdaftar sebagai anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna).
Dalam kiprahnya, ia sering menyuarakan pandangan Islam Moderat atau Islam Nusantara serta aktif melawan radikalisme.
Namun, sebuah postingan dari akun Threads dewaaphrodite pada 11 Maret 2026 ini kembali memantik api kontroversi dengan mengunggah foto yang diduga Abu Janda sedang berdoa di Tembok Ratapan.
Dalam unggahan tersebut, akun itu menuliskan kritik tajam.
"Ngaku sangat Islam, nguasai ayat alquran, anggota banser tapi kelakuan zionis, khusuk banget di tembok ratapan. ini orang emang gak jelas otaknya," tulisnya.
Viral foto diduga Abu Janda

Tembok Ratapan sendiri merupakan sisa-sisa dinding pembatas dari Bait Suci Kedua yang sangat disucikan oleh umat Yahudi, meskipun area ini memang terbuka untuk pengunjung dari berbagai latar belakang agama.
Isu agama ini mencuat kembali tepat setelah Abu Janda terlibat debat sengit dalam program "Rakyat Bersuara" yang dipandu Aiman Witjaksono.
Dalam diskusi bertajuk “Perang Meluas, Kita Harus Bagaimana”, Abu Janda terlihat emosi saat berhadapan dengan akademisi dan diplomat senior.
Ia bahkan sempat memaki mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bakti, setelah sang diplomat menyatakan, “Jangan Anda pikir Amerika tuh negara yang baik.”
Dengan nada tinggi, Abu Janda membalas, “Gue tidak ada urusan sama perasaan lo pak!”
Puncak kegaduhan terjadi saat pembahasan mengenai sejarah Palestina, di mana Abu Janda dengan keras membantah adanya utang sejarah Indonesia kepada Palestina, yang berujung pada permintaan pengusiran dirinya oleh pakar hukum Feri Amsari.
Feri menegaskan bahwa dukungan dari tokoh-tokoh Palestina pada masa perjuangan kemerdekaan adalah fakta sejarah, bukan hoaks.
"Semangat betul dengan salahnya ya. Bahwa yang dilakukan adalah bangsawan Palestina yang memberikan sumbangan kepada Agus Salim untuk bergerak di Timur Tengah dalam upaya kampanya kemerdekaan, itu bukan hoaks, tapi otak Anda saja yang tidak menangkap," tegas Feri dalam debat tersebut.
Kombinasi antara sikapnya yang kontroversial di layar kaca dan kemunculan foto di situs Yerusalem tersebut kini membuat publik di kota-kota besar terus mempertanyakan konsistensi identitas sang influencer.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah