- Musisi Fariz RM menyalurkan hasil lelang memorabilia pribadi kepada dua panti asuhan di Jakarta pada 12 Maret 2026.
- Memorabilia yang dilelang meliputi dua kostum ikonik dan satu lukisan karya Fariz RM dalam acara Februari lalu.
- Fariz RM menegaskan telah pensiun dari sisi bisnis profesional untuk menikmati masa tua dengan lebih tenang.
Suara.com - Musisi senior Fariz RM menyerahkan santunan hasil lelang memorabilia pribadinya kepada anak-anak yatim di dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan 1999 Tebet dan Panti Asuhan Mizan Kalibata.
Dana yang diserahkan merupakan hasil dari acara lelang pakaian pentas dan lukisan yang digelar pada akhir Februari lalu.
Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah suasana Ramadan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan kariernya.
Tak sendiri, kali ini Fariz RM menggandeng kuasa hukumnya, Deolipa Yumara untuk mengelola kegiatan sosial tersebut.
Deolipa Yumara menjelaskan bahwa inisiatif ini murni datang dari keinginan personal sang musisi.
![Fariz RM saat memberikan santunan hasil lelang barang pribadinya di Panti Asuhan 1999 Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/37011-fariz-rm.jpg)
"Dana ini adalah uang yang dihasilkan dari acara kemarin tuh, di mana ada lelang jaket memorabilia Fariz RM. Uangnya mau dikumpulkan, mau diserahkan ke panti asuhan oleh Bapak Fariz," kata Deolipa Yumara jelang memberikan santunan bersama Fariz RM di Panti Asuhan 1999 Tebet pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan ini berawal dari acara syukuran dan buka puasa bersama bertajuk Jazz Ramadhan with Composers pada 28 Februari lalu.
Dalam kesempatan tersebut, pria 67 tahun tersebut melelang beberapa barang yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam karier musiknya.
"Saya mengusulkan kepada teman-teman penyelenggara, saya mau melelang beberapa memorabilia historis dari perjalanan karier saya sebagai pemusik profesional nasional," beber Fariz RM.
"Hasilnya saya sisihkan untuk anak yatim dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Insya Allah bisa berbagi kebahagiaan untuk menyambut Idul Fitri," ucapnya menyambung.
![Fariz RM saat memberikan santunan hasil lelang barang pribadinya di Panti Asuhan 1999 Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/26779-fariz-rm.jpg)
Barang-barang yang dilelang meliputi dua kostum pentas ikonik dan satu buah lukisan karya Fariz sendiri.
Kostum tersebut bukan pakaian biasa, melainkan jaket yang dia kenakan saat memenangkan penghargaan bergengsi puluhan tahun silam.
"Dua kostum pentas saya dan satu lukisan. Jaketnya istimewa karena dua-duanya desain saya pribadi dan punya nilai historis," ujarnya.
"Yang pertama saya buat bersama seniman Bali, saya pakai saat pentas di BASF Awards tahun 1989-1990 waktu menerima penghargaan album Barcelona sebagai album terbaik kategori jazz latin," jelas pelantun lagu Sakura tersebut lagi.
Selain jaket berwarna cokelat tersebut, kostum lainnya yang dilelang adalah jaket berwarna merah muda yang dia kenakan saat menjadi nominator di ajang yang sama.
Meski tidak menyebutkan angka pasti, Fariz mensyukuri total hasil lelang yang terkumpul karena dianggap cukup untuk membantu operasional panti asuhan.
Di balik aksi sosial ini, musisi yang telah berkarya sejak era 70-an tersebut juga menegaskan status barunya di industri hiburan.
Fariz mengaku saat ini lebih memilih untuk membatasi aktivitas profesionalnya dan menyerahkan manajemen sepenuhnya kepada pihak baru.
"Saat ini saya sudah mempensiunkan diri secara publisitas, secara bisnis sebagai Fariz RM. Saya ingin lebih hidup menikmati hari tua dengan tenang, tidak lagi dikejar kewajiban profesional. Saya ingin menikmati anugerah Allah sebagai pemusik ini dengan lebih nyaman dan bebas. Pensiunlah, intinya begitu," tegasnya.
Keputusan pensiun dari sisi bisnis ini membuatnya merasa lebih tenang dalam menjalani keseharian, termasuk dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Baginya, berbagi dengan anak panti asuhan bukanlah hal baru, melainkan nilai keluarga yang sudah tertanam sejak kecil.
"Saya cukup dekat dengan panti asuhan. Dari kecil saya memang sudah diajarkan oleh keluarga untuk selalu berbagi, karena rezeki dari Allah, jadi selalu berbagi lah," imbuh Fariz.
Aksi lelang memorabilia dan santunan ini diharapkan menjadi bekal spiritual bagi Fariz dalam menjalani fase hidupnya yang lebih santai.
Dia berharap semangat berbagi ini tidak hanya berhenti di Ramadan tahun ini, tetapi bisa terus berlanjut sebagai bagian dari gaya hidupnya di masa depan.