- Steven Quale menyutradarai Final Destination 5 (2011) yang sukses mengangkat standar waralaba melalui efek visual memukau.
- Sam Lawton mendapatkan penglihatan runtuhnya Jembatan North Bay lalu menyelamatkan beberapa orang dari kematian tak terhindarkan.
- Film ini memperkenalkan aturan "membunuh atau dibunuh" dan memiliki twist akhir yang menghubungkan dengan film orisinal 2000.
Suara.com - Ketika waralaba horor mencapai seri kelimanya, biasanya penonton mulai merasakan kejenuhan.
Namun, pada tahun 2011, sutradara Steven Quale membuktikan bahwa formula "kematian yang tak terelakkan" masih memiliki taji melalui Final Destination 5.
Film ini tidak hanya sekadar mengulang pola lama, tetapi berhasil mengangkat standar ketegangan dengan efek visual yang memukau dan salah satu twist paling mengejutkan dalam sejarah film horor modern.
Final Destination 5 akan tayang pada Jumat (13/3/2026) malam ini pukul 21.30 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Cerita dimulai dengan Sam Lawton (diperankan oleh Nicholas D'Agosto) yang sedang dalam perjalanan bus bersama rekan-rekan kerjanya untuk sebuah acara retret perusahaan.
![Final Destination 5 akan tayang pada Jumat (13/3/2026) malam ini pukul 21.30 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/03/13/64013-final-destination-5.jpg)
Saat bus melintasi Jembatan North Bay yang sedang dalam perbaikan, Sam mendapatkan penglihatan mengerikan tentang runtuhnya jembatan tersebut yang menewaskan semua orang di sana.
Terbangun dari penglihatannya, Sam berhasil menyelamatkan beberapa orang, termasuk kekasihnya Molly (Emma Bell), sahabatnya Peter Friedkin (Miles Fisher), dan Olivia Castle (Jacqueline MacInnes Wood).
Namun, seperti yang diperingatkan oleh sosok misterius William Bludworth (Tony Todd), maut tidak suka ditipu.
Mereka yang selamat mulai diburu satu per satu dalam rangkaian kecelakaan yang sangat kreatif sekaligus mengerikan.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah performa para pemainnya.
Miles Fisher memberikan kedalaman emosional sebagai Peter, yang perlahan-lahan kehilangan kewarasannya saat menyadari bahwa kematian sedang mengincarnya.
![Final Destination 5 akan tayang pada Jumat (13/3/2026) malam ini pukul 21.30 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/28605-final-destination-5.jpg)
Sementara itu, Jacqueline MacInnes Wood memberikan salah satu adegan paling ikonik sekaligus paling sulit ditonton dalam sejarah waralaba ini, adegan operasi mata laser (LASIK) yang berakhir tragis.
Adegan tersebut tetap menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar horor karena berhasil mengeksploitasi ketakutan umum terhadap prosedur medis.
Kehadiran Tony Todd sebagai William Bludworth kembali memberikan nuansa kelam dan otoritas pada narasi.
Bludworth memperkenalkan aturan baru yang provokatif: "Membunuh atau dibunuh."
Jika para penyintas bisa mengambil nyawa orang lain, mereka mungkin bisa mengklaim sisa umur orang tersebut dan lolos dari kejaran maut.
Berbeda dengan pendahulunya yang mendapat kritik tajam, Final Destination 5 menerima ulasan yang jauh lebih positif.
Kritikus memuji penggunaan teknologi 3D yang efektif dan naskah yang ditulis oleh Eric Heisserer.
Puncak dari kecemerlangan film ini terletak pada akhir ceritanya.
Tanpa memberikan bocoran bagi yang belum menonton, Final Destination 5 berhasil menyambungkan benang merah yang sangat cerdas dengan film original tahun 2000, mengubah persepsi penonton terhadap seluruh lini masa waralaba ini.
Setelah lebih dari satu dekade sejak perilisannya, Final Destination 5 tetap berdiri kokoh sebagai seri terbaik kedua setelah film aslinya.