Peluncuran cuplikan perdana film Dilan: ITB 1997 pada Senin, (16/3/2026) memicu kegaduhan di jagat maya.
Alih-alih mendapatkan sambutan hangat penuh nostalgia, film yang memasangkan Ariel NOAH dan Raline Shah ini justru dibanjiri kritik tajam netizen.
Langkah berani Falcon Pictures dalam merombak jajaran pemain utama tampaknya menjadi pedang bermata dua bagi kelangsungan semesta ciptaan Pidi Baiq ini.
Berikut ulasan mengenai poin-poin kritik pada teaser Dilan ITB 1997 yang dilontarkan oleh publik.
1. Masalah Usia Pemeran

Kritik paling vokal datang dari ketidaksesuaian usia nyata aktor dengan usia karakter dalam naskah.
Secara kronologis, Dilan: ITB 1997 berlatar hanya sekitar enam tahun setelah kisah SMA-nya.
Namun, pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi mahasiswa dianggap terlalu "matang".
Banyak warganet berseloroh di media sosial bahwa penampilan Ariel lebih mirip mahasiswa program pascasarjana S2 atau S3 ketimbang mahasiswa S1 angkatan '97.
Masalah ini merembet ke jajaran pemain lain; Raline Shah sebagai Milea juga dinilai terlalu dewasa untuk peran tersebut.
Selain itu, kehadiran Ira Wibowo sebagai Bunda Dilan menciptakan kecanggungan visual.
Pasalnya jarak usianya dengan Ariel dan Ira Wibowo dalam cuplikan tersebut terlihat terlalu dekat, sehingga dinamika keluarga yang seharusnya terbangun menjadi kurang meyakinkan.
2. Kejenuhan terhadap Semesta Dilan

Publik mulai menyuarakan rasa jenuh terhadap eksploitasi berlebihan atas kekayaan intelektual (IP) Dilan.
Sejak tahun 2018, hampir setiap tahun layar lebar Indonesia dihiasi oleh kisah hidup karakter ini.