Suara.com - Netflix dan Starvision Plus secara resmi mengumumkan penghentian kerja sama dengan Sabrina Rochelle sebagai sutradara untuk proyek serial Rapijali.
Padahal, sutradara berbakat tersebut sebelumnya telah diperkenalkan secara besar-besaran sebagai nakhoda utama serial ini pada ajang JAFF 2025 lalu.
Keputusan pemutusan kerjasama ini memicu banyak tanya di kalangan penggemar karya Rapijali yang sudah menunggu adaptasi novel Dee Lestari ini.
Berikut detail kabar diakhirinya kerjasama Netflix dengan Sabrina Rochelle untuk film Rapijali.
1. Alasan Pemutusan Kerja Sama Masih Menjadi Misteri

Hingga saat ini, baik pihak Netflix maupun Starvision Plus belum membeberkan secara spesifik pemicu di balik berhentinya kolaborasi dengan Sabrina Rochelle.
Netflix dan Starvision Plus resmi mengakhiri kolaborasi dengan sutradara Sabrina Rochelle untuk serial Rapijali per April 2026.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan pada Rabu (29/4/2026), tim produksi hanya menyampaikan pernyataan diplomatis berisi apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan Sabrina selama masa pra-produksi.
Hubungan kerja tersebut dinyatakan berakhir berdasarkan kesepakatan bersama, tanpa ada penjelasan detail mengenai adanya perbedaan visi kreatif atau kendala lainnya.
2. Komitmen Produksi dengan Tim Baru

Meski ditinggal oleh sutradara utamanya, Netflix menegaskan bahwa proyek adaptasi Rapijali tidak akan dibatalkan.
Proses produksi dipastikan tetap berjalan dengan rencana pembentukan tim baru.
Netflix berkomitmen untuk menjaga kualitas adaptasi kisah Ping, remaja jenius musik dari Batu Karas, agar tetap sesuai ekspektasi pembaca.
Namun, hingga kini identitas sutradara pengganti yang akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan kreatif masih dirahasiakan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
3. Ambisi Netflix Mengadaptasi Karya Dee Lestari

Rapijali merupakan bagian dari trilogi proyek prestisius Netflix yang mengadaptasi novel-novel populer karya Dee Lestari.
Selain drama remaja musikal ini, Netflix juga tengah mempersiapkan serial Aroma Karsa yang akan diarahkan oleh sutradara peraih penghargaan, Kamila Andini.
Sementara itu, judul legendaris Perahu Kertas juga masuk dalam daftar adaptasi, meski posisi sutradaranya hingga kini masih menjadi teka-teki bagi publik.