Suara.com - Sebuah utas viral di platform Threads dari akun @dokbuckets milik dr. Iki atau Rifki Amarullah, seorang dokter IGD, menjadi peringatan keras bagi para orang tua di Indonesia.
Ia membagikan kisah nyata yang memilukan tentang seorang bayi berusia satu bulan yang harus menanggung konsekuensi berat seumur hidupnya hanya karena satu prosedur medis sederhana yang terlewatkan saat lahir yakni suntikan Vitamin K.
Kisah ini bermula ketika sang ibu memutuskan untuk melakukan persalinan bukan di fasilitas kesehatan, melainkan di dukun beranak.
Akibatnya, bayi tersebut tidak mendapatkan suntikan Vitamin K yang biasanya menjadi standar prosedur di rumah sakit atau puskesmas.
Ketidaktahuan ini berujung pada kondisi medis serius yang dikenal sebagai Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB).
Gejala Terlambat Disadari
Kondisi bayi tampak normal hingga tiba-tiba sang ibu menyadari adanya kejanggalan.
"Ada darah di popok bayinya. Bayinya sangat lemas dan pucat, beda dari biasanya. Lalu muntah-muntah," tulis dr Iki menggambarkan situasi darurat tersebut.
Saat tiba di IGD, kondisi bayi semakin memburuk.
"Kaki bayinya tiba-tiba bergerak sendiri, berulang-ulang. Bayi itu kejang, dengan detak jantung mencapai 198x per menit dan ubun-ubun yang menonjol," ungkapnya.
Hasil laboratorium menunjukkan fakta yang mengerikan, "Darah bayi ini hampir tidak bisa membeku. Waktu pembekuan darahnya 17x lebih lama dari normal".
Kurangnya Vitamin K membuat tubuh bayi kehilangan kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan.
Kerusakan Otak Permanen
Melalui pemeriksaan CT Scan, ditemukan bukti fatal berupa lima titik perdarahan di dalam kepala bayi.
"Ditemukan 5 titik perdarahan di otak: Darah di permukaan otak kiri, Darah di lapisan bawah otak kiri, Darah di bagian tengah otak kanan, Darah di kanan dan kiri kepala, Otak mulai membengkak," lanjutnya.
Meskipun bayi tersebut berhasil selamat setelah melewati masa kritis di ICU dan mendapatkan empat jenis obat anti-kejang, ia tidak akan pernah kembali pulih sepenuhnya.
Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah bayi tersebut, "pulang membawa: 2 obat anti-kejang, setiap hari, seumur hidup. Karena otaknya sudah terluka permanen".
Luka fisik pada jaringan otak bayi yang baru berusia satu bulan tersebut bersifat menetap akibat satu suntikan yang terlewatkan di malam kelahirannya.
Mengapa Suntikan Vitamin K Sangat Vital?
Banyak orang tua belum menyadari bahwa bayi baru lahir secara alami memiliki kadar Vitamin K yang sangat rendah.
Hal ini dikarenakan Vitamin K sulit menembus plasenta saat dalam kandungan, dan kadar dalam ASI pun sangat sedikit.
Tanpa suntikan tambahan, seorang bayi memiliki risiko 81x lebih berisiko mengalami perdarahan otak.
Berdasarkan data medis, 6 dari 10 kasus kekurangan Vitamin K langsung menyerang organ vital yaitu otak.
Kejadian ini bukanlah kasus langka; dalam satu tahun terakhir saja, dr Iki telah menangani tiga kasus serupa di mana bayi mengalami perdarahan otak karena lahir di dukun beranak tanpa suntikan Vitamin K.
Padahal, secara medis, "Suntikan vitamin K itu aman. Sudah dipakai lebih dari 70 tahun di seluruh dunia. Perlindungannya? Seumur hidup".
Para ahli medis sangat menyarankan agar setiap orang tua mempersiapkan persalinan di fasilitas kesehatan demi menjamin bayi mendapatkan hak medis dasarnya dan terhindar dari cacat permanen yang sebenarnya sangat bisa dicegah ini.
Referensi ilmiah mengenai kasus serupa juga telah didokumentasikan dalam jurnal Cureus (2024) yang menekankan bahwa VKDB adalah kondisi katastropik namun dapat dicegah.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah