Suara.com - Kabar mengenai diterimanya Almira Tunggadewi Yudhoyono di Universitas Indonesia melalui jalur Talent Scouting berhasil mencuri perhatian publik.
Putri dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Pohan tersebut diketahui lolos ke program Manajemen Kelas Khusus Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.
Program yang dipilih Almira merupakan jalur Double atau Joint Degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi lanjutan di universitas luar negeri.
Jalur Talent Scouting sendiri merupakan seleksi khusus berbasis prestasi akademik yang membuka akses masuk ke program internasional bergengsi di UI.
Karena berstatus kelas internasional, struktur biaya pendidikan yang harus disiapkan mahasiswa tentu berbeda dibandingkan jalur reguler nasional.
Untuk program Manajemen KKI di FEB UI, biaya operasional pendidikan atau UKT ditetapkan sebesar Rp29.300.000 setiap semester.
Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan membayar Iuran Pengembangan Institusi atau uang pangkal sebesar Rp38.000.000 yang dibayarkan satu kali.
Dengan demikian, total biaya awal yang perlu disiapkan pada semester pertama mencapai sekitar Rp67.300.000 di luar biaya tambahan lain.
Biaya tersebut belum termasuk biaya pendaftaran jalur Talent Scouting yang ditetapkan sebesar Rp1.800.000 untuk setiap pendaftar.
Sebagai peserta program Double Degree, Almira nantinya akan menjalani masa studi di universitas mitra luar negeri selama satu hingga dua tahun.
Sejumlah kampus mitra internasional yang bekerja sama dengan UI antara lain University of Melbourne dan University of Amsterdam.
Biaya kuliah di universitas mitra tersebut berkisar antara AUD 35.000 hingga AUD 45.000 per tahun atau setara Rp350 juta hingga Rp450 juta.
Nominal tersebut belum mencakup kebutuhan biaya hidup selama tinggal di luar negeri yang umumnya cukup tinggi di negara tujuan studi.
Selama menjalani perkuliahan di luar negeri, mahasiswa juga tetap diwajibkan membayar biaya administrasi ke UI sekitar Rp2.000.000 per semester.
Skema ini diterapkan untuk menjaga status kemahasiswaan serta memastikan kelancaran administrasi akademik selama mengikuti program internasional.