- Cucu komedian Mpok Nori, Dwhinta Anggary, meninggal dibunuh mantan suami di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu dini hari.
- Pelaku, Rashad Fouad Tareq Jameel, berhasil ditangkap polisi ketika mencoba melarikan diri menggunakan bus keluar kota.
- Jenazah almarhumah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, ditumpuk dalam satu liang lahat bersama almarhum Bapak.
Suara.com - Kabar duka menyelimuti keluarga besar komedian legendaris Betawi, mendiang Mpok Nori. Sang cucu tercinta, Dwhinta Anggary, meninggal dunia secara mengenaskan di tangan mantan suaminya sendiri pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Peristiwa memilukan ini terjadi di kontrakan yang berlokasi di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Korban yang akrab disapa Anggi itu diduga dihabisi mantan suaminya, pria asal Irak bernama Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad.
Hubungan keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri yang menikah secara siri sejak tahun 2019 silam.
Namun, prahara rumah tangga membuat mereka memutuskan untuk berpisah pada Februari 2026, tepat sebulan sebelum kejadian.
![Rumah almarhumah Dwhinta Anggary, cucu Mpok Nori yang dibunuh suaminya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/25991-rumah-almarhumah-dwhinta-anggary-cucu-mpok-nori.jpg)
Pelaku yang sempat berusaha melarikan diri kini sudah berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.
Fuad diamankan petugas saat sedang berada di dalam bus untuk mencoba kabur menuju ke luar kota.
Jenazah Dwhinta Anggary pun kini telah dikebumikan oleh pihak keluarga di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Kakak kandung almarhumah, Dian, mengungkapkan bahwa makam adiknya terpaksa ditumpuk dalam satu liang lahad.
"Iya, digabung sama almarhum Bapak," ungkap Dian saat ditemui di rumah duka kawasan Cipayung, Senin (23/3/2026).
Pihak keluarga awalnya memiliki rencana lain untuk lokasi pemakaman terakhir almarhumah Anggi.
Namun, kendala lahan dan kondisi cuaca di lokasi sebelumnya menjadi pertimbangan berat bagi keluarga besar.
"Tadinya kan mau ditumpuk bareng sama anaknya di TPU Bambu Apus, di pemakaman Covid. Cuman karena kondisi lahan di sana agak kurang, di sini sering banjir katanya," jelas Dian.
Dian bersama keluarga, termasuk sang ibu pun datang berziarah ke makam. Tangis pun pecah saat membaca lantunan ayat suci Alquran.
"Keluarga berduka, ibu saya juga sulit komunikasi kepada rekan-rekan (karena bersedih)," ucap Dian.