Suara.com - Film Project Hail Mary menjadi salah satu tontonan epik bertema luar angkasa yang mencuri perhatian dunia.
Dibintangi Ryan Gosling, film ini sukses meraup pendapatan global sebesar 140,9 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri dari 60,4 juta dolar dari 82 pasar internasional dan 80,5 juta dolar dari Amerika Utara.
Capaian ini menjadikannya debut terbesar tahun ini sekaligus melampaui sejumlah film besar lainnya.
Film ini juga mencatat sejarah sebagai pembukaan terbesar untuk Amazon MGM.

Angka tersebut bahkan melampaui pencapaian Creed III yang sebelumnya menjadi salah satu rilisan besar studio tersebut.
Disutradarai oleh Phil Lord dan Christopher Miller, film ini digarap dengan anggaran fantastis sebesar 200 juta dolar AS.
Keduanya dikenal lewat karya populer seperti 21 Jump Street dan The Lego Movie.
Cerita dalam film ini diadaptasi dari novel karya Andy Weir yang sebelumnya juga sukses lewat The Martian.
Novel tersebut menjadi salah satu karya fiksi ilmiah paling ikonik dalam beberapa tahun terakhir.
Project Hail Mary tayang di bioskop pada 20 Maret 2026. Antusiasme penonton pun sudah terlihat sejak jauh hari sebelum perilisan resminya.
Sinopsis Project Hail Mary

Kisah film ini mengikuti Ryland Grace (Ryan Gosling), seorang guru sains yang terbangun di dalam pesawat ruang angkasa dengan kondisi amnesia total.
Ia bahkan mendapati dua awak kapal lainnya telah meninggal tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Seiring waktu, ia mulai mengingat bahwa Bumi tengah menghadapi ancaman kepunahan massal.
Hal tersebut membuatnya terlibat dalam misi bunuh diri satu arah menuju sistem bintang Tau Ceti.
Dalam perjalanannya, Ryland menyadari bahwa ia tidak sendirian dalam upaya menyelamatkan kehidupan.
Ia bertemu dengan makhluk asing dari sistem bintang lain yang kemudian ia beri nama Rocky.
Pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama unik antara dua makhluk dari dunia berbeda.
Mereka harus mengatasi perbedaan biologis dan bahasa demi menyelamatkan peradaban masing-masing.
Film ini menghadirkan perpaduan antara petualangan luar angkasa, ketegangan ilmiah, serta emosi mendalam.
Dengan konflik besar yang dipertaruhkan, Project Hail Mary menjadi kisah tentang harapan dan perjuangan melawan kepunahan.
Kontributor : Rizka Utami