Jalan tol tersebut tidak hanya menjadi saksi bisu saat Katz memikirkan pendirian perusahaan, tetapi juga dikenal sebagai lokasi syuting bersejarah dalam sinema klasik Italia.
Pada awalnya, A24 beroperasi murni sebagai distributor film independen.
Film pertama yang mereka distribusikan adalah A Glimpse Inside the Mind of Charles Swan III karya Roman Coppola pada Februari 2013.
Sejak awal, A24 memiliki reputasi dalam memilih film-film dengan cerita yang "aneh" namun tetap memiliki kualitas seni yang tinggi.
Film tersebut di antaranya Swiss Army Man yang tetap mereka ambil meski awalnya mendapat respons membingungkan di Sundance Film Festival.
Transformasi Menjadi Raksasa Oscar
Titik balik terbesar A24 terjadi pada tahun 2016 ketika mereka mulai memproduksi film secara internal (in-house production).
Proyek pertama mereka adalah Moonlight, sebuah drama yang akhirnya memenangkan kategori Best Picture di Academy Awards 2016.
Kesuksesan ini mengubah status A24 dari sekadar distributor menjadi studio produksi penuh yang disegani di Hollywood.
A24 dikenal luas karena keberaniannya mengeksplorasi genre, terutama horor psikologis yang minim jump scare namun penuh teror mental, seperti Hereditary (2018) dan Midsommar (2019).
Hingga saat ini, beberapa film dengan pendapatan tertinggi mereka antara lain Everything Everywhere All at Once yang meraup US$77 juta di AS, diikuti oleh Civil War (2024), dan Uncut Gems (2019).
Pada musim Oscar 2023, A24 mencetak sejarah dengan meraih 18 nominasi dan 9 kemenangan, di mana Everything Everywhere All at Once menyapu bersih tujuh penghargaan utama.
Tidak hanya film layar lebar, A24 juga sukses di dunia televisi melalui serial populer seperti Euphoria di HBO dan Ramy di Hulu.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah