Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil

Sumarni, Tiara Rosana

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:30 WIB
Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil
Ilustrasi pelecehan. freepik.com)
baca 10 detik
  • Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap guru ngaji berinisial MZ atas dugaan pencabulan terhadap tujuh santri laki-laki di bawah umur.
  • Tersangka melakukan aksi bejat di yayasan kawasan Genteng Kali sejak 2025 dengan modus memanfaatkan saat korban sedang tertidur.
  • Pelaku kini ditahan dan terancam hukuman berat, sementara korban menerima pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma akibat tindakan tersebut.

Suara.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus MZ (22), seorang guru ngaji yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap tujuh santri laki-lakinya. 

Pria ini nekat melecehkan anak-anak di bawah umur dengan dalih yang sangat tidak masuk akal, yakni untuk menghindari risiko kehamilan pada perempuan.

Aksi bejat ini dilakukan MZ di sebuah yayasan pendidikan keagamaan yang berlokasi di Jalan Genteng Kali, Surabaya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban MZ berjumlah tujuh orang dengan rentang usia antara 10 hingga 15 tahun atau setara usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam sebuah video interogasi yang beredar di media sosial, MZ mengakui semua perbuatannya.

Dia menjelaskan bahwa hasrat menyimpangnya muncul akibat kecanduan menonton konten dewasa. Mirisnya, aksi tersebut dilakukan saat para korban sedang terlelap.

"Ceritanya orang itu tidur. Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu," aku MZ saat diinterogasi petugas dalam video yang diunggah akun Instagram @jawatimurpopuler pada Sabtu, 9 Mei 2026.

MZ menceritakan secara detail modus operandi yang digunakannya. Dia memanfaatkan kondisi santri yang sedang tidur di satu tempat tidur yang sama secara bergantian. 

"Waktu tidur, masukin kemaluan di mulutnya. Saya pegang mulutnya, terus saya berlutut di kanan kiri kakinya," jelasnya tanpa raut penyesalan yang mendalam.

baca juga

Hal yang paling mengejutkan adalah alasan MZ mengincar santri laki-laki. Meski mengaku memiliki nafsu terhadap lawan jenis, dia memilih anak laki-laki karena menganggap risikonya lebih kecil secara biologis.

"Kalau sekarang (pilih) anak-anak, soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil gitu," kata MZ di hadapan penyidik.

Kasus ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang. MZ mengaku pertama kali melakukan aksi serupa pada 2021, sebelum dirinya resmi menjadi pengajar mengaji. 

Sempat berhenti, aksi tersebut kembali dia ulangi sejak tahun 2025 hingga April 2026. Selama setahun terakhir, para korban bungkam karena berada di bawah tekanan dan rasa takut.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari keberanian salah satu korban yang mengadu kepada orang tuanya, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib. Polisi mengungkapkan bahwa aksi tersebut sering dilakukan dalam satu ruangan yang sama.

"Tujuh anak, semuanya kecil-kecil. Kejadiannya satu tempat tidur, gantian (korbannya)," ungkap salah satu petugas polwan di lokasi pemeriksaan.

Pihak kepolisian telah mengamankan MZ dan menetapkannya sebagai tersangka. Kini, pria tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam jeratan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara yang berat. 

Polrestabes Surabaya juga tengah memberikan pendampingan psikologis kepada para korban untuk memulihkan trauma akibat tindakan biadab sang guru ngaji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus

Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:55 WIB

Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati

Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya

Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:46 WIB

Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi

Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:43 WIB

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:19 WIB

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×