- Aktor Paapa Essiedu, pemeran baru Severus Snape serial HBO, menerima ancaman pembunuhan di media sosial.
- Ketidakpuasan muncul karena perbedaan ras aktor dengan deskripsi karakter Snape berkulit pucat dalam buku.
- Tim keamanan HBO telah disiagakan untuk melindungi Essiedu menyikapi ancaman serius yang diterimanya.
Suara.com - HBO telah menunjuk sejumlah aktor pemeran serial Harry Potter, yang tentu saja berbeda dengan versi film layar lebar.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah tokok Severus Snape yang akan diperankan oleh aktor kulit hitam Paapa Essiedu.
Namun rupanya, penunjukkan Paapa sebagai Profesor Snape membawa dampak yang mengerikan bagi sang aktor.
Aktor 35 tahun ini sampai mendapatkan ancaman pembunuhan.
"Meskipun saya berharap saya akan baik-baik saja, seharusnya tidak ada seorang pun yang harus mengalami hal ini karena melakukan pekerjaannya," kata Essiedu, mengutip dari Page Six, Kamis (26/3/2026).
Banyak yang tidak puas karena perawakan Snape dalam buku aslinya digambarkan sebagai penyihir berkulit pucat.
Hal ini memicu komentar rasisme dan menyerang ranah pribadi sang aktor di media sosial.
"Kenyataannya adalah jika saya melihat Instagram, saya akan melihat seseorang berkata, 'Saya akan datang ke rumahmu dan membunuhmu,'" ujarnya.
Menghadapi situasi yang semakin tidak kondusif, tim produksi HBO yang menyiarkan serial Harry Potter mengambil langkah tegas.
Studio raksasa ini kabarnya telah menyiagakan tim keamanan profesional untuk mengantisipasi potensi bahaya.
"Kami memiliki tim keamanan yang serius. Kami hanya mencoba untuk berhati-hati sebisa mungkin," imbuh pemilik HBO, Casey Bloys.
Walaupun teror tersebut sangat memengaruhi kondisi emosionalnya, Paapa Essiedu mengaku masih nggan membawa masalah ini ke jalur hukum.
Ia merasa tindakan hukum terhadap pengancam yang masih di bawah umur tidak akan memberikan ketenangan batin baginya.
"Saya rasa dipenjarakannya seorang anak laki-laki berusia 17 tahun selama dua minggu karena mengancam akan membunuh saya tidak akan membuat saya merasa lebih baik," tuturnya.