Suara.com - Serial populer Bridgerton menuai pro kontra setelah Netflix mengumumkan perubahan besar arah cerita musim kelima.
Musim ini akan berfokus pada Francesca yang diperankan Hannah Dodd sebagai pusat konflik emosional yang lebih kompleks.
Dia dipasangkan dengan Michaela Stirling yang dimainkan Masali Baduza dalam romansa utama yang berbeda dari versi novel.
Cerita berlatar dua tahun setelah kematian John Stirling ketika Francesca kembali ke kehidupan sosial demi alasan praktis.
Namun kehadiran Michaela membuat rencana tersebut berubah total dan membuka konflik batin yang lebih dalam.
Perubahan ini memicu perdebatan besar yang membelah penggemar menjadi dua kubu dengan pandangan berbeda.
Berikut lima alasan utama yang membuat musim ini disebut paling kontroversial sepanjang sejarah Bridgerton.
1. Pelanggaran Canon Buku yang Ikonik

Perubahan karakter Michael menjadi Michaela langsung memicu reaksi keras dari pembaca novel karya Julia Quinn.
Banyak penggemar merasa sosok pria ikonik yang dinantikan bertahun-tahun kini dihilangkan dari adaptasi layar.
Michael dalam novel dikenal sebagai karakter kuat dan kompleks yang memiliki daya tarik romantis tinggi.
Penghilangan karakter tersebut dianggap mengurangi esensi cerita yang sudah melekat di hati pembaca lama.
Namun pendukung perubahan menilai langkah ini membuka ruang representasi queer yang lebih luas dalam genre period drama.
2. Kontroversi Kesetiaan Francesca pada John

Perdebatan berlanjut pada penggambaran hubungan emosional Francesca terhadap mendiang suaminya, John Stirling (Victor Alli).
Dalam novel, Francesca digambarkan sangat mencintai John dan membutuhkan waktu lama untuk membuka hati kembali.
Versi serial justru menunjukkan ketertarikan instan pada Michaela sejak pertemuan pertama yang cukup mengejutkan.
Hal ini membuat sebagian penggemar menilai cinta Francesca kepada John menjadi terlihat kurang mendalam.
Sementara itu, tim produksi menganggap pendekatan ini menambah lapisan konflik batin yang lebih modern.
3. Hilangnya Isu Infertilitas yang Relatable

Isu infertilitas yang menjadi inti cerita Francesca dalam novel juga menjadi sorotan utama dalam kontroversi ini.
Banyak pembaca merasa topik tersebut sangat penting karena merepresentasikan perjuangan emosional perempuan secara nyata.
Perubahan pasangan membuat penggemar khawatir isu tersebut akan dihilangkan atau diubah secara signifikan.
Padahal konflik tersebut dianggap sebagai salah satu elemen paling menyentuh dalam cerita aslinya.
Sebagian pihak berspekulasi cerita akan diganti dengan perjuangan membangun keluarga alternatif yang lebih modern.
4. Lompatan Alur yang Abaikan Karakter Lain

Keputusan fokus pada Francesca memicu kritik karena dianggap melompati urutan cerita karakter lain dalam keluarga Bridgerton.
Tokoh seperti Eloise (Claudia Jessie) dinilai seharusnya mendapatkan porsi cerita lebih dulu sesuai alur novel.
Penggemar merasa perubahan ini membuat struktur cerita menjadi tidak konsisten dengan sumber aslinya.
Kekecewaan muncul karena karakter lain sudah lama dinantikan perkembangan kisahnya oleh penggemar setia.
Namun strategi ini dianggap efektif untuk menarik perhatian publik melalui kontroversi yang ramai diperbincangkan.
5. Debat Representasi vs Akurasi Sejarah

Kontroversi terakhir berkaitan dengan perdebatan antara nilai representasi modern dan akurasi sejarah dalam cerita.
Sebagian pihak menilai romansa sesama jenis di era bangsawan tersebut tidak realistis secara sosial maupun hukum.
Mereka beranggapan cerita menjadi terlalu jauh dari kondisi sejarah yang sebenarnya terjadi pada masa itu.
Namun Bridgerton sejak awal memang dikenal sebagai drama yang tidak sepenuhnya mengikuti fakta sejarah.
Pendekatan inklusif ini membuat romansa queer dianggap sebagai perkembangan logis dari konsep yang sudah dibangun sebelumnya.
Bridgerton Season 5 diprediksi rilis pada akhir 2027 atau awal 2028 dan berpotensi menjadi musim paling berani sekaligus paling memicu perdebatan.
Kontributor : Chusnul Chotimah