- Jenazah Siti Sundari, ibunda Anji, dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Bekasi Timur pada Jumat, 27 Maret 2027.
- Siti Sundari meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 20.03 WIB setelah sempat pamit untuk tidur.
- Anji merasa ikhlas karena telah merawat ibunya selama tiga bulan dan jasadnya dimakamkan bersama mendiang ayahnya.
Suara.com - Jenazah ibunda Anji, Siti Sundari telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Tambun, Bekasi Timur pada Jumat, 27 Maret 2027.
Usai pemakaman, Anji bercerita soal kronologi wafatnya sang ibu. Menurut pemilik hits "Dia", perempuan 72 tahun itu meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 20.03 WIB.
"Jadi ceritanya sebenarnya mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan," kata Anji.
"Tapi kami bawa ke IGD karena sepertinya sudah enggak ada di rumah gitu," ujarnya menyambung.
Menurut keterangan Anji, Siti Sundari memiliki riwayat penyakit medis. Di mana diantaranya adalah jantung dan ginjal.
![Suasana pemakaman ibu Anji di TPU Mangun Jaya, Bekasi Timur pada Jumat, 27 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/27/98694-suasana-pemakaman-ibu-anji-di-tpu-mangun-jaya-bekasi-timur.jpg)
Meski begitu, kondisi kesehatan Siti Sundari terlihat sangat membaik pada Ramadan tahun ini.
Terutama setelah melewati momen Lebaran, ibu Anji sangat bugar dan semangat karena berkumpul dengan keluarga besar.
"Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya, keponakannya, sepupunya banyak, rame gitu. Pokoknya, enggak ada keluhan," imbuh Anji sambil mengingat momen bahagia itu.
Bahkan sebelum meninggal, Siti Sundari tidak memberikan tanda-tanda atau keluhan fisik yang mengkhawatirkan.
Namun jelang meninggal, Siti Sundari sempat pamit untuk istirahat.
"Kemarin enggak ada keluhan. Pamitnya sama saya juga cuma mau tidur gitu. Iya di WhatsApp," ucap musisi 47 tahun tersebut.
![Anji di sela-sela pemakaman ibunya di TPU Mangun Jaya, Bekasi Timur pada Jumat, 27 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/27/64448-anji.jpg)
Kepanikan baru terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.20 WIB. Anji mendapatkan kabar bahwa sang ibu tidak kunjung bangun dari tidurnya meski sudah dibangunkan.
Mendengar kabar tersebut, Anji berlari menuju rumah ibunya yang lokasinya memang sangat berdekatan.
Ia berusaha membangunkan sang ibu yang tampak terlelap dengan sangat tenang.
"Tepuk-tepuk, 'Mah, Mah, Mah, bangun Mah,' terus ngorok. Terus kayaknya sudah hilang di situ," kata Anji menceritakan momen pilu tersebut.