Suara.com - Na Willa menjadi salah satu film Indonesia yang rilis di bioskop bertepatan dengan momen Lebaran 2026.
Kisah anak-anak yang ditawarkan dengan arahan Ryan Adriandhy sutradara Jumbo (2025) membuat film Na Willa banyak mencuri perhatian.
Hingga 27 Maret 2026, Na Willa telah disaksikan lebih dari 613 ribu penonton selama 10 hari penayangannya di bioskop.
Namun kepopuleran film Na Willa tak lepas dari pro kontra.
Seperti konten yang dibagikan akun Instagram @balqisshumairaa77, ia justru menyinggung pernikahan dini dalam film tersebut.
"Film anak tapi ada pernikahan dini? Ini edukasi atau malah normalisasi hal yang salah?" tulis akun @balqisshumairaa77 dalam kontennya.
Akun tersebut rupanya kecewa setelah menonton film Na Willa.
"Awalnya gue pikir ini film anak yang hangat, ringan, penuh imajinasi," terangnya.
Yang dibicarakan tentang pernikahan dini dalam film Na Willa adalah tokoh Mbak Tin.
"Tapi pas masuk ke bagian Mbak Tin yang masih remaja dan dipaksa menikah… gue langsung mikir, ini disajikannya kok kayak 'biasa aja'?" tanyanya.

Sebagai informasi, karakter Mbak Tin kakak Farida teman Na Willa yang menikah muda diperankan oleh Nayla Purnama.
Lebih lanjut, akun @balqisshumairaa77 mengaku khawatir anak-anak akan menormalisasi pernikahan dini setelah menonton film Na Willa.
"Bahkan temennya Na Willa nganggep nangis sebelum nikah itu hal wajar. Nah ini yang menurut gue tricky banget," tutur akun tersebut.
"Karena kalau penonton anak-anak nonton ini tanpa konteks yang jelas, mereka bisa nangkepnya sebagai sesuatu yang 'ya udah emang gitu'," sambungnya.
Film Na Willa dinilai gagal menunjukkan pernikahan dini sebagai suatu masalah yang serius.