Suara.com - Setelah menempuh perjalanan panjang di panggung festival film internasional sejak 2024, film Yohanna karya sutradara Razka Robby Ertanto akhirnya segera menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Film ini mencatatkan prestasi gemilang, dimulai dari debut dunia di International Film Festival Rotterdam ke-53 hingga memborong lima penghargaan utama di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-19, termasuk kategori Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Cerita berfokus pada perjalanan spiritual dan kemanusiaan seorang biarawati muda bernama Yohanna (Laura Basuki) di Sumba Timur.
Ia datang membawa semangat pengabdian yang tinggi, meyakini sepenuhnya bahwa panggilan hidupnya akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat setempat.

Namun, realitas di lapangan ternyata jauh lebih kelam dari bayangannya. Yohanna harus berhadapan dengan kenyataan pahit tentang eksploitasi anak-anak yang terpaksa bekerja di usia dini demi menopang ekonomi keluarga.
Di sana, pendidikan adalah kemewahan yang sering kali dikalahkan oleh tuntutan perut, menciptakan lingkaran kemiskinan yang seolah tanpa ujung.
Melalui sudut pandang Yohanna, film ini memotret secara mendalam kompleksitas persoalan sosial dan dilema moral yang muncul saat ia mencoba mengulurkan bantuan.
Di tengah upayanya melawan ketidakadilan, Yohanna justru mengalami guncangan batin yang hebat. Ia mulai mempertanyakan makna sejati dari panggilan hidupnya sebagai biarawati, sembari berjuang menjaga harapan di tengah kenyataan yang nyaris meruntuhkan imannya.
Yohanna bukan sekadar film tentang perjuangan sosial, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai kemanusiaan, empati, dan batas-batas keyakinan di tengah keterbatasan.
Kontributor : Anistya Yustika