- Luna Maya dan Maxime Bouttier merayakan Idul Fitri saat berlibur bersama teman-temannya di Raja Ampat, Papua Barat.
- Jadwal liburan dipilih berdasarkan ketersediaan kapal yang bertepatan dengan akhir musim kunjungan wisata di Raja Ampat.
- Luna Maya menjalankan salat Ied di atas kapal dan memaknai Lebaran sebagai hubungan spiritual pribadi dengan Tuhan.
Suara.com - Luna Maya bersama Maxime Bouttier dan beberapa teman artis lainnya baru saja liburan ke Raja Ampat, Papua Barat. Menariknya, momen ini bertepatan dengan hari Lebaran.
Kondisi ini lantas membuat Luna Maya dan teman-teman muslim lainnya pun menjalankan ibadah salat Ied di kapal.
Terkait momen yang bersamaan ini, Luna Maya menjelaskan, rencana ke Raja Ampat sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari karena menyesuaikan jadwal operasional kapal.
“Kebetulan emang udah merencanakan ke Raja Ampat udah lama dan boat yang aku pengen bareng sama teman-teman itu availablenya hanya di tanggal itu,” ujar Luna Maya ditemui di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 1 April 2026.
Bintang film Suzzanna ini menyebut saat itu sudah memasuki penghujung musim kunjungan atau end season di Raja Ampat.
Karena itu, mereka mau tidak mau berangkat bertepatan dengan perayaan Idul Fitri.
“Jadi ya ini udah season habis udah di ending-ending season, terus ada slot waktunya di kapal itu hanya tanggal segitu,” tuturnya lagi.
Meskipun harus jauh dari keluarga di momen lebaran, Luna Maya merasa bersyukur karena banyak sahabat yang bersedia ikut bergabung.
Momen ini juga menjadi lebaran perdana bagi Luna Maya setelah menikah dengan Maxime Bouttier.
Saat ditanya mengenai perbedaan suasana lebaran kali ini, Luna Maya justru memberikan jawaban yang cukup mendalam dan syahdu.
"Ya mungkin ini sesuatu yang lebih menyenangkan pasti iya, lebih berbeda karena yang tadinya sendiri berdua iya," kata Luna Maya.
"Tapi kalau ditanya rasa sama saja ya gitu. Ada nggak ada ya kita harus happy, kita harus syahdu. Karena ada atau nggak ada pasangan we have to feel that way gitu,” imbuhnya memaparkan.
Luna Maya berpesan agar masyarakat tidak terlalu mendewakan kehadiran pasangan sebagai penentu kebahagiaan saat Idul Fitri.
“Jadi jangan dibiasakan bahwa glorifikasi lebaran itu hanya akan berbeda kalau situasinya berbeda rasanya,” sambungnya.
Baginya, inti dari hari kemenangan adalah hubungan spiritual antara individu dengan Sang Pencipta yang bersifat sangat pribadi.