Suara.com - Di tengah fenomena ketatnya persaingan dunia kerja modern, platform Vidio menghadirkan film Korea bergenre thriller berjudul Office yang mengangkat sisi gelap kehidupan kantor.
Dengan menggunakan pendekatan horor, film ini memperlihatkan bagaimana kompetisi yang tidak sehat serta tekanan kerja berlebihan di sebuah perusahaan besar dapat mendorong seseorang hingga melakukan tindakan kriminal yang ekstrem.
Memiliki nuansa cerita yang kelam, Office tampil sebagai salah satu film Korea yang membekas berkat keberhasilannya memadukan elemen horor dengan realitas sosial.
Melalui karakter-karakter yang terasa nyata, film ini juga mengajak penonton untuk kembali mempertanyakan arti loyalitas terhadap pekerjaan serta batas kewarasan manusia.
Penasaran alurnya? Simak sinopsis film Office berikut ini!
Sinopsis Office

Film ini mengikuti sebuah peristiwa mengejutkan yang mengguncang kehidupan sebuah perusahaan besar.
Seorang manajer tingkat menengah yang selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan teladan, Kim Byeong-gook (Bae Seong-woo), tiba-tiba saja melakukan tindakan brutal dengan membantai seluruh anggota keluarganya menggunakan kapak sesaat setelah pulang kerja.
Tentunya, aksi keji tersebut segera menjadi sorotan publik dan pihak berwenang.
Namun, yang membuat kasus ini semakin misterius adalah fakta bahwa setelah kejadian itu, Byeong-gook sempat terekam kamera CCTV kembali memasuki gedung kantornya, tetapi tidak pernah terlihat keluar lagi.
Kasus ini kemudian ditangani oleh Detektif Jong-hoon (Park Sung-woong), yang mulai menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan antara tragedi tersebut dengan lingkungan kerja sang pelaku.
Ia pun memanggil dan menginterogasi para karyawan yang bekerja bersama Byeong-gook, termasuk seorang anak magang yang pendiam dan cenderung tertutup, Lee Mi-rae (Go Ah-sung).
Dari proses interogasi ini, perlahan terungkap dinamika kantor yang penuh tekanan, intrik, dan hubungan kerja yang tidak sehat.
Seiring berjalannya waktu, suasana di kantor yang awalnya hanya terasa penuh tuntutan pekerjaan mulai berubah menjadi jauh lebih mencekam.
Satu per satu rekan kerja Mi-rae mengalami kejadian-kejadian ganjil yang sulit dijelaskan secara logika, mulai dari hal-hal kecil yang mengganggu hingga teror yang mengancam nyawa.
Rasa takut mulai menyebar di antara para karyawan, diperparah oleh rumor bahwa Byeong-gook mungkin belum benar-benar pergi dan masih bersembunyi di dalam gedung tersebut.
Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, Mi-rae, yang selama ini kerap menjadi sasaran perundungan dan dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya, mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
Ia seolah menjadi lebih peka terhadap kehadiran sosok tak kasatmata yang bergerak diam-diam di antara bilik-bilik kerja.
Perasaan diawasi dan diikuti terus menghantuinya, membuat batas antara kenyataan dan ketakutan semakin kabur.
Dalam kondisi tertekan dan penuh ketidakpastian, Mi-rae harus menghadapi bukan hanya ancaman dari luar, tetapi juga pergolakan dalam dirinya sendiri, sementara misteri di balik hilangnya sang manajer perlahan mulai terkuak dengan cara yang tak terduga.
Kontributor : Anistya Yustika