- Bang Tigor keluar dari zona nyaman dengan memerankan karakter berdialek Madura di film The Hostage's Hero, meski logat Batak aslinya sering tidak sengaja keluar saat syuting.
- Proses akting terasa mudah saat beradu peran dengan Asri Welas karena hubungan profesional mereka yang sudah lama terbangun dan "menyatu".
- Film garapan Iswara Films ini mengangkat kisah nyata aksi heroik TNI Angkatan Laut dalam operasi pembebasan sandera kapal tanker di Selat Malaka pada tahun 2004.
Suara.com - Aktor Sumaisy Djaitov Yanda atau yang lebih dikenal dengan Bang Tigor menceritakan tantangan unik yang dihadapinya saat memerankan karakter orang Madura dalam film drama aksi terbaru, The Hostage's Hero.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 30 Maret 2026, dia mengaku kerap kesulitan hingga logat Batak aslinya tidak sengaja keluar saat berdialog.
Sang aktor didapuk memerankan seorang ayah bernama Bang Tigor, yang putrinya, Intan (diperankan Inten Navadia), berpacaran dengan seorang anggota TNI.
Peran ini menuntutnya untuk keluar dari zona nyaman, yang biasanya memerankan karakter berlatar belakang Batak.
"Biasanya kan saya berperan jadi orang Batak. Kali ini saya pindah ke Surabaya, daerah Madura. Gimana caranya dialek Madura, sedangkan saya Batak campur Rusia," kelakarnya di hadapan awak media.
Tantangan terbesar baginya adalah menguasai dialek Madura yang khas. Bang Tigor mengaku belajar langsung dari anggota TNI di Surabaya untuk mendalami logat tersebut. Namun, prosesnya tidak selalu mulus dan sering kali membuatnya frustrasi.
"Belajar dialek Madura itu agak susah, sering belibet. Sering banget! Madura lari ke Batak, sampai sutradaranya bingung," ungkapnya.
"Pak Sutradara bilang, 'Lu gimana sih? Batak entar Madura, Batak.' Saya harus konsentrasi dulu, baru bisa take," lanjutnya sambil tertawa.
Meski menghadapi kesulitan dialek, Bang Tigor mengaku tidak menemukan kendala saat harus beradu akting kembali dengan Asri Welas yang menjadi pasangannya di film. Menurutnya, chemistry di antara keduanya sudah terbangun sejak lama.
"Sudah biasa, sudah menyatu saja. Kami kan sudah sering dipasangkan, jadi tidak susah. 'Rohnya' sudah menyatu, lah," jelasnya.
Terlibat dalam film yang mengangkat heroisme prajurit negara memberinya pandangan baru. Dia berharap film ini dapat membuka mata masyarakat tentang beratnya perjuangan para tentara, khususnya TNI Angkatan Laut, dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
"TNI Angkatan Laut ini kan punya sejarah yang luar biasa, bahkan sampai ke mata dunia. Saya rasa film ini bagus banget supaya orang tahu bagaimana beratnya jadi seorang TNI untuk membela negara," tutupnya.
The Hostage's Hero adalah film produksi Iswara Films yang disutradarai oleh Revo S. Rurut. Film ini mengangkat kisah nyata operasi senyap TNI Angkatan Laut dalam pembebasan sandera kapal tanker MT Pematang yang dibajak perompak di Selat Malaka pada tahun 2004.
Dibintangi oleh Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, dan Robert Chaniago, film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.