Suara.com - Siap-siap menyelami kisah kocak dan penuh kejutan dari Jadi Tuh Barang, di mana Bonar (Oki Rengga) dan dua sahabatnya terjebak dalam situasi yang tak pernah mereka bayangkan.
Dari patah hati hingga pekerjaan paling absurd yang bisa terjadi, film ini menyajikan petualangan seru yang memadukan tawa, kekacauan, dan momen-momen tak terduga.
Di balik kekonyolan dan kejadian absurd, terselip kisah persahabatan, perjuangan, dan usaha Bonar untuk memperbaiki hidup sekaligus membuktikan diri.
Film ini membawa penonton melalui perjalanan penuh konflik, tawa, dan pelajaran hidup, menjanjikan pengalaman menonton yang seru dan menghibur dari awal hingga akhir.
Tayang di Vidio, film ini menyajikan tawa dan cerita tak terduga yang seru untuk diikuti.
Penasaran bagaimana semuanya bermula? Simak sinopsisnya berikut ini!
Sinopsis Jadi Tuh Barang

Cerita Jadi Tuh Barang berpusat pada Bonar (Oki Rengga), seorang pemuda yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah diputuskan oleh kekasihnya, Cantika (Beby Tsabina), karena dianggap tidak serius menjalani hubungan.
Tentunya, kehilangan tersebut membuat hidupnya semakin kacau, ditambah berbagai tekanan lain yang terus datang.
Di tengah keterpurukan itu, Bonar masih memiliki dua sahabat setia, Awang (Dicky Diffie) dan (Steven Wongso) Wongso, yang selalu mendampinginya.
Meski begitu, keduanya juga tengah menghadapi masalah masing-masing, Awang berjuang dengan kondisi ekonomi keluarganya, sementara Wongso harus menanggung kerugian investasi. Persahabatan mereka pun menjadi satu-satunya penguat di situasi sulit.
Keadaan mulai berubah saat seorang perempuan bernama Zara menawarkan pekerjaan tak biasa, yakni menjadi pawang hujan.
Meski terdengar aneh, kebutuhan finansial membuat Bonar dan kedua temannya tak punya banyak pilihan selain mencoba.
Terlebih, Bonar ingin segera memperbaiki hidupnya demi melamar Cantika dan mendapatkan restu sang ibu.
Dengan segala kekonyolan, mereka mulai menjalani peran baru tersebut sambil belajar dari Ki Rengga, sosok yang dikenal ahli dalam hal mistis.
Namun, perjuangan Bonar semakin rumit ketika ia harus bersaing dengan Arnold, pria mapan yang telah lebih dulu mendapat hati dan restu keluarga Cantika.
Kini, Bonar harus membuktikan bahwa dirinya layak, bukan hanya untuk cinta, tapi juga untuk masa depannya sendiri.
Seiring perjalanan mereka sebagai pawang hujan, Bonar, Awang, dan Wongso menghadapi berbagai situasi kocak, tak terduga, sekaligus menegangkan.
Dari kesalahpahaman kecil hingga konflik besar dengan Arnold, setiap momen membawa mereka lebih dekat pada pemahaman tentang persahabatan, keberanian, dan arti sungguh-sungguh berjuang untuk cinta.
Dalam kekacauan yang penuh tawa ini, Bonar belajar bahwa hidup memang penuh lika-liku, tapi dengan tekad, persahabatan, dan sedikit keberanian untuk mencoba hal-hal gila, bahkan situasi paling absurd sekalipun bisa menjadi kesempatan untuk menemukan diri sendiri dan meraih apa yang benar-benar penting.
Kontributor : Anistya Yustika