- Ahmad Dhani resmi menjadi juri The Icon Indonesia di SCTV setelah 10 tahun absen, dengan misi melahirkan generasi musisi baru yang jujur dan orisinal.
- Dhani menekankan bahwa ajang ini mencari penyanyi yang ikonik dan berkarakter kuat, bukan sekadar memiliki suara bagus atau teknik vokal yang sempurna.
- Pentolan Dewa 19 ini dengan tegas akan menolak peserta Gen Z yang meniru gaya penyanyi lama, karena baginya orisinalitas adalah syarat mutlak menjadi seorang ikon.
"Kalau ada sesuatu yang perlu didebatkan ya debat, kalau enggak ya enggak. Kan enggak bisa dipaksakan," imbuh Dhani.
Berbicara soal formula sukses di industri musik, Dhani menilai faktor nasib atau rezeki memegang peranan paling penting di luar kerja keras dan mental yang kuat. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dijelaskan secara akademis.
"Nomor satu sebenarnya sih rezeki. Setiap manusia punya rezekinya masing-masing. Jadi saya banyak melihat ada penyanyi yang suaranya bagus banget tapi rezekinya kurang. Ada penyanyi yang suaranya biasa tapi rezekinya masya ampun," ujarnya.
Oleh karena itu, Dhani menekankan bahwa The Icon Indonesia mencari sosok berkarakter dan ikonik, bukan semata-mata mengandalkan teknik vokal atau suara yang merdu.
Dhani menganalogikan hal ini dengan beberapa musisi rock dunia.
"Harusnya di The Icon itu tidak harus bersuara bagus. Yang penting dia ikonik. Banyak penyanyi luar negeri yang suaranya enggak bagus, tapi ikonik banget," kata Dhani.
"Salah satu contohnya Mick Jagger dan Billy Corgan. Itu jauh dari bagus suaranya. Kalau mereka berdua disuruh nyanyi lagunya Queen ya enggak bisa," tutur Dhani.
Menghadapi peserta dari kalangan Gen Z, ayah Al, El, dan Dul ini menuntut orisinalitas mutlak.
Dia menegaskan akan langsung menolak peserta yang gaya bernyanyinya meniru musisi yang sudah ada.
"Mudah-mudahan enggak ada lagi penyanyi seperti Judika cara nyanyinya. Jangan ada Judika lain, jangan ada Armand Maulana lain, jangan ada Ariel lain," ucapya.
"Enggak mungkin, kalau ada penyanyi seperti Ariel sudah langsung saya coret, karena sudah cukup Ariel. Ikonnya ya Ariel, enggak boleh ada next Ariel," ujarnya.
Menurutnya, karakter ikonik seorang penyanyi sudah pasti terlihat dari usia muda dan tidak terbentuk secara mendadak di usia dewasa.
Di sisi lain, Dhani sangat mengapresiasi The Icon Indonesia sebagai wadah musisi lokal.
Namun, dia menyayangkan tidak adanya perwakilan dari kota kelahirannya di jajaran 24 besar.
"Ini kan produk lokal ya. Kita harus mencintai produk-produk dalam negeri," tuturnya.