- Film Ozora mengangkat tragedi penganiayaan David Ozora tahun 2023 sebagai refleksi sosial atas isu arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan.
- Menampilkan akting emosional Chicco Jerikho dan Muzakki Ramdhan di bawah arahan sutradara Anggy serta Bounty Umbara.
- Selain tayang di Netflix dan mancanegara, film ini hadir sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan hukum dan kekuasaan.
Suara.com - Setelah mengudara di bioskop pada Desember tahun lalu, film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel akhirnya tayang di Netflix.
Film ini mengambil napas dari tragedi nyata yang mengguncang Indonesia pada 2023. Penonton kembali diingatkan peristiwa kelam mengenai kasus penganiayaan David Ozora oleh anak seorang pejabat pajak yang kala itu menjuluki diri sebagai "penguasa" Jakarta Selatan.
Buat kamu yang berencana menyaksikan film ini, ada beberapa hal krusial yang perlu dipahami agar bisa menangkap pesan mendalam di balik adegan-adegan brutal yang ditampilkan. Berikut adalah ulasan lengkapnya.
1. Diangkat dari Tragedi Viral
Film Ozora bukanlah sekadar fiksi belaka. Plot utamanya diadaptasi langsung dari kasus penganiayaan Mario Dandy terhadap David Ozora yang sempat menjadi trending topic selama berbulan-bulan di tahun 2023.
Kasus ini bukan hanya soal kekerasan fisik, melainkan juga membuka kotak pandora mengenai gaya hidup mewah, arogansi, hingga masalah sistemik perpajakan di tanah air.
Duo sutradara berbakat, Anggy Umbara dan Bounty Umbara, dipercaya untuk menggarap visualisasi kisah memilukan ini. Dalam sesi konferensi pers yang digelar Desember lalu, Anggy menegaskan bahwa visi utamanya bukan untuk mengeksploitasi penderitaan korban, melainkan untuk memberikan cermin bagi masyarakat.
"Film ini bukan ingin menjelek-jelekkan atau mendiskreditkan siapa pun, tapi benar-benar menceritakan apa adanya sebagai refleksi dan pembelajaran," ujar Anggy Umbara.
Melalui film ini, penonton diajak melihat sudut pandang keluarga korban yang berjuang demi keadilan di tengah kepungan kekuatan besar.
2. Akting Memukau Deretan Aktor Papan Atas
Kekuatan film Ozora juga terletak pada pemilihan cast yang sangat solid. Aktor kawakan Chicco Jerikho tampil luar biasa memerankan karakter Jonathan, sosok ayah yang berjuang habis-habisan demi kesembuhan dan keadilan bagi anaknya.
Sementara itu, karakter David Ozora atau yang akrab disapa Wareng, diperankan dengan sangat emosional oleh aktor muda berbakat Muzakki Ramdhan.
Kehadiran Tika Bravani sebagai Mellisa juga memberikan kedalaman emosi yang luar biasa dalam dinamika keluarga Ozora.
Chemistry antara Chicco dan Muzakki disebut-sebut menjadi jantung dari film ini, membuat penonton tidak hanya merasa ngeri dengan kekerasan yang terjadi, tetapi juga merasakan perihnya sebuah perjuangan kemanusiaan.
3. Simbol Perlawanan Terhadap Abuse of Power
Salah satu alasan mengapa film ini begitu dinantikan adalah temanya yang sangat relevan dengan isu sosial saat ini, yaitu penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.
Film ini memotret bagaimana uang dan jabatan seringkali membuat seseorang merasa berada di atas hukum.
Chicco Jerikho mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini adalah sebuah misi untuk menyuarakan keresahan publik. Menurutnya, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pernyataan sikap.
"Film ini adalah suara, sebuah harapan, bahwa kita tidak bisa semena-mena menggunakan kekuasaan. Film ini merupakan perlawanan terhadap orang yang abuse of power," kata Chicco.
4. Jangkauan Internasional di Asia Tenggara
Keberhasilan pengemasan cerita Ozora membuatnya tidak hanya tayang di Indonesia. Berkat kerja sama antara Umbara Brothers dengan D-Bay Film Factory dan jaringan bioskop 10Star Cinemas, film ini juga menyapa penonton di tiga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
5. Mengapa kamu Harus Menontonnya?
Menonton Ozora di Netflix mungkin akan memberikan pengalaman yang tidak nyaman bagi sebagian orang karena intensitas emosi dan penggambaran konfliknya.
Namun, bagi kamu yang peduli pada isu keadilan dan ingin memahami lebih dalam sisi psikologis dari sebuah tragedi yang sempat viral, film ini adalah tontonan wajib.