Suara.com - Kasus pernikahan sesama jenis di Kota Malang kini memasuki babak baru setelah pengakuan Rey yang menyoroti persoalan keuangan dalam hubungan.
Rey, pihak terlapor dalam kasus yang dilaporkan Intan Anggraeni ke Mapolresta Malang Kota pada 8 April 2026, menyebut konflik dipicu oleh masalah uang.
Dalam wawancara terbaru, Rey secara terbuka mengungkap dugaan bahwa hubungan tersebut tidak lepas dari kepentingan finansial sejak awal.
"Banyak sekali omongan dan bukti-bukti bahwa Intan itu sama aku cuma karena duit dan duit," ujar Rey seperti dikutip pada Kamis, 9 April 2026.
Dia mengklaim telah memberikan dukungan finansial sejak awal hubungan, termasuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi hingga keluarga Intan.
"Sejak awal saya ngasih dia uang, terus orangtuanya juga iya, mau liburan ke mana pun saya turutin," kata Rey.
Rey bahkan menyebut bantuan tersebut meluas hingga ke lingkungan sekitar Intan, termasuk saudara dan teman-temannya yang ikut merasakan manfaat.
Menurutnya, situasi mulai berubah ketika dia sengaja menghentikan aliran dana untuk melihat reaksi dari hubungan tersebut.
"Permasalahan ini terjadi karena saya sengaja pindahkan rekening dan empat hari tidak memberi uang," ungkap Rey.
Keputusan tersebut, lanjut Rey, menjadi titik balik yang memicu konflik besar hingga akhirnya berujung pada laporan ke polisi.
Dia menilai reaksi yang muncul setelah penghentian uang menjadi indikasi kuat adanya ketergantungan finansial dalam hubungan tersebut.
"Ternyata setelah itu langsung terjadi masalah, jadi kelihatan semuanya karena uang," tegas Rey.
Selain itu, Rey juga mengungkap bahwa dirinya sempat membantu melunasi sejumlah utang yang dimiliki Intan.
Namun, dia mengaku kembali menemukan adanya utang lain yang sebelumnya tidak diungkap secara terbuka kepadanya.
"Ada beberapa utang yang sudah aku tutup, tapi kemudian muncul lagi yang lain," ujar Rey menambahkan.