- Seorang siswi SMAN di Bekasi mengalami perundungan berbulan-bulan yang dipicu oleh masalah senioritas terkait cara berpakaian.
- Pihak keluarga pelaku diduga meminta uang damai sebesar Rp200 juta setelah korban mencoba membela diri saat terlibat perkelahian.
- Orangtua pelaku diduga merupakan anggota DPRD Bekasi, sementara kasus ini kini dalam penanganan Dinas Pendidikan dan pihak PPA.
Suara.com - Jagat media sosial X tengah dihebohkan oleh curhatan seorang kakak yang adiknya menjadi korban perundungan.
Akun @/syllakaligis, bercerita kalau adiknya bersekolah di SMA Negeri Bekasi. Ia yang duduk di kelas XI, mengalami bully.
Masalahnya sepele, teguran senioritas mengenai cara berpakaian sang adik di sekolah tersebut.
"Menurut adikku, dia di bully karna rok sekolah mengatung, yang dimana bisa disimpulkan ini adalah bentuk senioritas," tulis akun tersebut pada Kamis (8/4/2026).
Perundungan tersebut terjadi selama berbulan-bulan. Korban pun telah melaporkan peristiwa ini ke guru BK.
Puncak perseteruan terjadi pada 6 Februari 2026 lalu di kantin sekolah saat korban merasa terus dipojokkan.
"Adikku disindir-sindir oleh pelaku. Karena dirasa selama ini dia sudah cukup bersabar, dia memberanikan diri untuk mendatangi pelaku," terang si penulis cerita.
Tujuan dari siswa tersebut adalah bertanya, apa tujuan si pelaku membully dirinya selama ini.
"Di momen itu terjadilah adu mulut hingga adikku dijambak oleh pelaku, saat dijambak adikku shock dan membalas serangan pelaku," ungkapnya.
Karena merasa terdesak, korban berusaha melepaskan diri hingga tak sengaja melukai dahi pelaku dengan tempat makan.
Bukannya selesai secara kekeluargaan, pihak keluarga pelaku justru meminta uang damai dengan nominal yang sangat fantastis.
"Adikku melawan sebagai bentuk pertahanan diri malah dianggap penyerangan dan diminta uang damai Rp200 juta oleh pihak pelaku," jelas @syllakaligis.
Permintaan uang ratusan juta rupiah ini membuat mental sang adik semakin terpuruk dan takut untuk pergi sekolah.
Kontras dengan kondisi korban, pelaku dikabarkan masih bisa beraktivitas dengan normal seperti biasa bersama teman-temannya.
"Info yang kami dapat pelaku sampai saat ini masih bisa bersekolah dengan rasa aman dan tenang," lanjut sang kakak.
Isu ini semakin memanas setelah muncul dugaan bahwa orangtua pelaku merupakan salah satu pejabat daerah di Bekasi.
Kabar tersebut kini tengah dalam tahap penelusuran lebih lanjut oleh pihak keluarga korban.
"Untuk saat ini, saya sudah mengetahui nama orangtua pelaku yg merupakan anggota DPRD dan sedang dalam proses verifikasi," bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban mengaku masih sangat kesulitan untuk menemui keluarga pelaku guna bermusyawarah.
Kasus ini pun dikabarkan sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan dan pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Sang kakak berharap ada keadilan bagi adiknya yang kini terus dirundung rasa cemas akibat ancaman uang damai tersebut.
Ia juga berterima kasih kepada warganet yang membantu memviralkan kasus ini demi mencari kebenaran.
"Semoga dengan viralnya kasus ini, bisa sampai ke pihak yg bersangkutan agar mau duduk bersama membahas masalah ini," pungkasnya.