Suara.com - Teuku Rassya menjalani prosesi adat Aceh yang disebut Peusijuek menjelang pernikahannya dengan Cleantha Islan.
Dalam video yang beredar, Rassya terlihat mengikuti ritual yang mirip dengan prosesi siraman adat Jawa.
Prosesi sakral itu dipimpin oleh Nurah Sheivirah, yang diketahui sebagai ibu sambung Rassya sekaligus istri dari Teuku Rafli Pasya.
Nurah tampak memercikkan air, menaburkan bunga, serta beras sebagai simbol doa, keselamatan, dan keberkahan menjelang pernikahan Rassya.
Kehangatan hubungan keduanya terlihat jelas ketika Nurah mencium kening Rassya usai prosesi, memperlihatkan ikatan emosional yang cukup dekat.
Momen tersebut juga dihadiri sejumlah anggota keluarga lain yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah Rassya menuju pernikahan.
Namun, kehadiran Nurah justru memicu pertanyaan warganet terkait sosok ibu kandung Rassya, yakni Tamara Bleszynski.
Banyak warganet mempertanyakan mengapa Tamara tidak terlihat dalam prosesi penting yang dianggap sakral menjelang hari pernikahan tersebut.
"Kok bukan Mama Tamara yang menyiram, ya? Jadi bingung sendiri," tulis seorang warganet dalam kolom komentar video tersebut.
"Bisa-bisanya dia mendahului ibu kandungnya dalam prosesi ini," ujar warganet lain yang ikut menyoroti kejanggalan tersebut.
Meski tak terlihat hadir, Tamara diketahui tetap memberikan dukungan penuh terhadap rencana pernikahan putranya melalui unggahan emosional di media sosial.
Dia mengungkapkan rasa bangga melihat Rassya akhirnya siap melangkah ke jenjang lebih serius setelah berpacaran lama dengan Cleantha Islan.
"Anakku sayang. Rasanya baru kemarin jemari kecilmu menggenggam erat tangan Mama," tulis Tamara.
"Kini, tangan yang sama siap menulis cerita yang baru dengan langkahmu sendiri," lanjut sang aktris.
Tamara menutup pesannya dengan doa seorang ibu akan selalu menyertai setiap langkah anaknya.
Dia berharap pernikahan sang putra dapat menjadi perjalanan hidup yang penuh cinta, serta dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan.
Sebelumnya, Rassya dan Cleantha telah melangsungkan lamaran resmi keluarga pada 18 Oktober 2025 setelah momen lamaran pribadi di Jepang.
Dalam beberapa hari terakhir, keduanya juga merilis foto prewedding dengan berbagai konsep, mulai dari adat Jawa hingga gaya internasional elegan.
Rencana pernikahan mereka kabarnya akan mengusung adat Aceh, sekaligus kemungkinan menghadirkan sentuhan Jepang sesuai latar belakang keluarga Cleantha.
Kontributor : Chusnul Chotimah