- Dinar Candy secara tegas menolak tawaran kencan senilai Rp1 miliar yang masuk melalui pesan singkat di Instagram.
- Ia enggan terlibat prostitusi karena sangat menjaga martabat serta kesehatan tubuhnya sebagai seorang publik figur dan atlet tinju.
- Dinar merasa penghasilannya sebagai DJ dan pengusaha sudah cukup, sehingga tidak butuh uang instan dari cara yang tidak halal.
Suara.com - Disjoki (DJ) Dinar Candy membagikan pengalaman ditawar Rp1 miliar untuk melayani nafsu bejat seorang pria tak dikenal.
Tawaran itu datang via chat di Instagram (direct message). Semula, si pengirim pesan menawarkan Rp250 juta.
"Itu kan yang pertama yang aku baca ya, karena dia kayak iseng. Tiba-tiba ada notifikasi masuk DM, 'Bisa enggak kayak sama kamu Rp250 juta lah,' intinya arahnya ke gitulah, kayak transaksional," ungkap Dinar Candy ditemui di kawasan Kapten P. Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.
Perempuan 32 tahun ini menegaskan bahwa dia langsung menolak tawaran tersebut dengan tegas. Dinar menyebut, dirinya tak pernah memiliki niat untuk terjebak dalam praktik semacam itu demi uang instan.
"'Aduh maaf, aku enggak jualan, aku soalnya takut ledes'," ujarnya saat menceritakan balasan yang dia kirimkan kepada pengirim pesan.
Dinar menekankan bahwa prinsip hidupnya sangat bertentangan dengan tawaran tersebut. Anak seorang guru ngaji ini mengutamakan kesehatan tubuh dan martabat diri di atas segalanya.
"Logikanya, jualan seperti itu kan berarti bisa main sama banyak orang. Aku tuh menjaga kesehatan aku banget. Aku tuh boxing, menghindari gula, buat healthy badan aku. Terus aku harus jualan kayak gitu? Enggak lah sama sekali," tegasnya.
Selain alasan kesehatan, Dinar merasa bahwa ekonomi yang dia bangun dari kerja keras sebagai DJ dan pengusaha sudah lebih dari cukup.
Dinar ini mengaku lebih memilih mencari uang halal melalui karier profesionalnya.
"Buat ekonomi aku juga kayaknya enggak lah sampai jualan. Alhamdulillah direzekiin sama Allah tuh masih banyak. Mendingan aku kerja sih, daripada amit-amit jual diri, jangan sampailah kayak gitu," sambung Dinar.
Dinar mengakui bahwa kejadian seperti ini sebenarnya bukan hal asing bagi dirinya. Namun, dia memilih untuk tidak meladeni orang-orang tersebut secara berlebihan.
Dia juga enggan membawa masalah ini ke jalur hukum selama pelaku hanya sebatas mengirimkan pesan iseng di media sosial dan tidak melampaui batas dengan mencatut namanya untuk penipuan kepada orang lain.
"Aku enggak benci sama orang yang nawar itu. Ya sudah, ini orang iseng atau cowok-cowok iseng aja. Kalau cuma nawar-nawar doang, enggak ngaruh sih," katanya.