- Jingga Vanessa asal Lampung Tengah merilis lagu dangdut ambyaran berjudul "Kembang Sore" pada Selasa, 14 April 2026.
- Jingga merupakan juara Kontes Ambyar Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dalam meniti karier profesional sejak kecil.
- Karya terbaru Jingga mendapatkan pengakuan dari arranger papan atas Den Fajar karena kualitas vokal yang mumpuni.
Suara.com - Industri musik dangdut Tanah Air kembali melahirkan permata baru. Jingga Vanessa, penyanyi muda berbakat asal Lampung Tengah, resmi merilis single terbarunya yang bertajuk "Kembang Sore".
Mengusung genre dangdut ambyaran, lagu ini diprediksi akan menjadi lagu wajib bagi mereka yang sedang merayakan patah hati.
Lewat "Kembang Sore", Jingga tidak sekadar bernyanyi. Ia membawa pendengar menyelami ruang rindu dan kehilangan yang begitu dalam.
Aransemennya yang melankolis berpadu apik dengan lirik yang menyentuh, menciptakan harmoni yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
"Lagu ini mengangkat tema cinta, rindu, dan kehilangan. Emosi yang sederhana, namun begitu lekat dengan kita semua," kata Jingga dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Perjalanan Sang Pejuang: Dari Keluarga Sederhana ke Panggung Nasional
Lahir pada 3 Desember 2004, kesuksesan yang diraih Jingga saat ini bukanlah hasil instan.
Tumbuh dalam keluarga sederhana, gadis 19 tahun ini sudah kenyang dengan perjuangan.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah melatih vokalnya tanpa kenal lelah demi mengejar mimpi menjadi penyanyi profesional.
Dedikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Nama Jingga Vanessa melesat setelah ia berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Kontes Ambyar Indonesia yang ditayangkan oleh MNC TV.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa talenta dari daerah mampu bersaing dan bersinar di level nasional.
![Jingga Vanessa merilis lagu baru berjudul "Kembang Sore" ciptaan Den Fajar. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/73200-jingga-vanessa.jpg)
"Aku hanya ingin berjuang dan terus menyumbang karya positif bagi industri musik tanah air, khususnya dangdut," tuturnya dengan rendah hati.
Diakui Arranger Papan Atas
Bakat emas Jingga rupanya menarik perhatian Den Fajar, pencipta lagu sekaligus arranger bertangan dingin yang pernah masuk dalam nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2014.
Di mata Den Fajar, mahasiswi Universitas Terbuka Lampung ini adalah sosok penyanyi dengan "paket komplet".
"Sayang banget sebenarnya kalau talenta sebagus dirinya tidak diberikan jalan yang seluas-luasnya," ujar Den Fajar.
Ia juga berharap agar talenta seperti Jingga mendapatkan perhatian lebih, terutama karena ia membawa nama baik daerah asalnya, Lampung Tengah.
Buktikan Versatilitas Lewat Karya Religi
Sebelum merilis "Kembang Sore", Jingga telah menunjukkan sisi lain musikalitasnya lewat single religi berjudul "Doa Tanpa Suara" pada Ramadan lalu.
Berbeda dengan nuansa ambyaran, lagu tersebut menampilkan sisi Jingga yang lebih reflektif dan penuh kedalaman spiritual.
"Lagu 'Doa Tanpa Suara' adalah ungkapan hati yang paling jujur. Semoga bisa menjadi teman doa bagi siapa pun yang mendengarkannya," tutur Jingga.
Dengan karakter vokal yang kuat dan kemauan untuk terus bereksplorasi, Jingga Vanessa membuktikan bahwa ia bukan sekadar penyanyi musiman.
Perjalanannya mungkin masih panjang, namun langkah mantapnya di industri musik mengirimkan pesan kuat: bahwa kerja keras dan suara hati akan selalu menemukan jalannya menuju kesuksesan.