Suara.com - Unggahan seorang dokter menjadi viral setelah membagikan kisah nyata seorang laki-laki yang mengaku mengalami menstruasi.
Dokter Rahmad Setia melalui akun Instagram-nya, @RahmadsetiaMmrs, dalam postingan yang diunggah pada 15 April 2026 tersebut, sang dokter menceritakan pengalaman tak terduga yang dialami.
Saat jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dia mendapatkan pasien laki-laki yang mengaku sedang mengalami menstruasi.
Kisah ini bermula saat kondisi IGD sedang sangat sibuk atau chaos karena menangani banyak pasien keracunan.
Di tengah kepanikan dan kesibukan tenaga medis, tiba-tiba masuk seorang laki-laki 18 tahun dengan gelagat yang sangat dramatis.
Sambil berlari dan berteriak ketakutan, lelaki tersebut meminta pertolongan karena merasa kehilangan banyak darah.
"Dok saya menstruasi," ujar lelaki tersebut kepada tim medis yang bertugas.
Sontak pernyataan ini memicu kebingungan sekaligus keterkejutan.
Pasien itu kembali berteriak, "Dok tolong dok! Saya mentruasi! Darahnya banyak banget!"
Dokter yang menangani sempat tertegun melihat kondisi fisik pasien yang jelas-jelas adalah seorang laki-laki dengan jakun yang terlihat nyata.
Diagnosis Medis yang Mengejutkan
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pasien laki-laki yang digambarkan memiliki paras "lumayan ganteng" tersebut, tim medis menyadari ini bukanlah kasus kelainan hormon atau fenomena biologis langka.
Fakta medis yang ditemukan justru jauh lebih serius dan memprihatinkan.
Pendarahan hebat yang disangka menstruasi oleh pasien tersebut ternyata bersumber dari ambeien atau wasir yang pecah.
Berdasarkan penelusuran riwayat kesehatan, terungkap bahwa pasien telah aktif melakukan perilaku seksual berisiko selama dua tahun terakhir.
Pasien mengaku telah "hubungan lewat bubur" (istilah plesetan yang digunakan dokter untuk hubungan anal) secara aktif.
Meski sebelumnya sudah muncul benjolan, aktivitas tersebut tetap dipaksakan hingga akhirnya memicu pendarahan masif.
Kondisi pasien sangat kritis saat tiba di rumah sakit.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Hemoglobin (HB) pasien berada di angka 5 koma sekian, sebuah angka yang sangat rendah dan mengancam nyawa.
Pasien tersebut harus segera mendapatkan transfusi darah dan menjalani operasi darurat karena kondisi ambeiennya bukan lagi sekadar kasus biasa, melainkan sudah dalam tahap yang sangat berbahaya.
Edukasi dan Batasan Tubuh
Hal yang lebih mengejutkan tim medis adalah pandangan pasien terhadap perilakunya sendiri.
Saat persiapan operasi, pasien sempat melontarkan pertanyaan yang menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap kesehatan reproduksi.
"Kok bisa kaya gini ya dok? Kan itu (HB lewat dhubur) wajar," cerita dokter itu menirukan sang pasien saat itu.
Pertanyaan ini dijawab oleh dokter dengan keprihatinan mendalam mengenai bagaimana nilai-nilai kesehatan kini mulai bergeser di kalangan remaja
Melalui unggahan tersebut, Dokter Rahmad Setia memberikan peringatan keras kepada masyarakat, terutama orangtua, untuk memberikan pendampingan dan edukasi seks yang benar kepada anak-anak usia remaja, agar tidak salah dalam memilih panutan.
Dia menekankan perilaku yang dianggap sebagai tren atau "wajar" oleh sebagian kelompok bisa menjadi awal dari masalah kesehatan yang fatal.
Dokter tersebut menegaskan dalam pesan penutupnya.
"Ini bukan untuk menakut-nakuti. Ini kisah nyata yang kami temui di IGD. Kadang yang dianggap "wajar" justru jadi awal dari masalah serius," kata Dokter Rahmad di caption.
"Tubuh punya batas. Dan tidak semua bisa diperbaiki kalau sudah terlambat. Edukasi itu penting. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi."
Pesan ini menjadi pengingat bagi siapa saja agar lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri karena kesehatan bukan untuk dicoba-coba.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah