- Grup musik Slank sukses menggelar konser "Hey Slank X HS" di Lapangan Rampal, Malang, pada Minggu, 19 April 2026.
- Sekitar 30.000 penggemar memadati lokasi konser untuk menyaksikan penampilan formasi lengkap Slank setelah sembilan tahun sempat absen.
- Selain membawakan lagu hits, Slank memperkenalkan karya terbaru dan memimpin doa bersama untuk keluarga besar Haji Suryo.
Suara.com - Dahaga para Slankers di Jawa Timur akhirnya terbayar tuntas.
Setelah sembilan tahun absen menyapa penggemarnya di Kota Malang, Slank akhirnya kembali menggetarkan panggung Lapangan Rampal dalam tajuk konser "Hey Slank X HS", Minggu (19/4/2026) malam.
Lautan manusia diperkirakan mencapai 30.000 penonton memadati lokasi sejak sore hari.
Bendera-bendera raksasa dengan simbol kupu-kupu khas Slank berkibar di tengah kerumunan, membawa identitas asal daerah mulai dari Tulungagung, Indramayu, Tuban, hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Kerinduan yang Terbayar Tuntas
Vokalis Slank, Kaka membuka penampilan dengan penuh energi tepat pukul 22.00 WIB.
![Penampilan Slank ditonton lebih dari 30 ribu Slankers saat menggelar konser bertajuk "Hey Slank X HS" di Lapangan Rampal, Malang pada Minggu (19/4/2026) malam. [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/96843-konser-slank.jpg)
Ia sempat mengenang momen terakhir mereka beraksi di lokasi yang sama hampir satu dekade silam.
"Kita ketemu hampir 10 tahun yang lalu di Lapangan Rampal ini, tahun 2017. Kami datang ditantang HS, katanya, orang-orang pemberani datang ke Rampal!" seru Kaka dari atas panggung yang disambut gemuruh sorakan penonton.
Tak lupa, Kaka menyapa warga lokal dengan bahasa walikan khas Malang. "Assalamualaikum! Malang apa kabar?! Mawar Merah buat Kera Ngalam (Arek Malang)!" teriaknya sebelum melantunkan hits "Mawar Merah".
Slank tampil dengan formasi lengkap: Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bass).
Meski sudah puluhan tahun berkarya, aksi panggung mereka tetap enerjik, seolah membawa penonton kembali ke era kejayaan album Suit-Suit... He-He tahun 1990-an.
![Penampilan Slank ditonton lebih dari 30 ribu Slankers saat menggelar konser bertajuk "Hey Slank X HS" di Lapangan Rampal, Malang pada Minggu (19/4/2026) malam. [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/96843-konser-slank.jpg)
Momen Haru dan Doa Bersama
Di tengah keriuhan konser, suasana sempat berubah menjadi emosional saat Bimbim melangkah ke depan panggung membawa mikrofon.
Sang drummer mengajak puluhan ribu penonton untuk menundukkan kepala sejenak.
Bimbim mengirimkan doa untuk sahabat mereka, Haji Suryo (pemilik HS), yang baru saja kehilangan istrinya, Hj. Anis Syarifah, dalam sebuah kecelakaan saat bulan Ramadan lalu.
"Saat ini Haji Suryo dalam keadaan sakit, kita doakan cepat sembuh. Semoga arwah istrinya diterima Yang Maha Kuasa dan dilapangkan kuburnya," ucap Bimbim dengan nada bergetar.
Suasana semakin syahdu saat lagu "Bimbim Jangan Menangis" dilantunkan.
Lagu ini menjadi sangat personal bagi Bimbim, mengingat ibunda tercintanya, Bunda Iffet, juga telah berpulang tepat setahun yang lalu pada April 2025.
Suguhan Musik dari Masa Lalu hingga Masa Depan
Konser malam itu menjadi perjalanan lintas waktu bagi Slankers. Mulai dari lagu "Poppies Lane Memory" yang disebut Bimbim sebagai kenangan dari "zaman kegelapan", hingga hits abadi seperti "Ku Tak Bisa", "Terlalu Manis", dan "Orkes Sakit Hati".
Menariknya, Slank juga memperkenalkan karya terbaru mereka. Video klip single bertajuk "12 Persen" yang digarap menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) diputar sebagai pembuka.
Tak hanya itu, Slank juga membawakan lagu anyar yang cukup mencuri perhatian berjudul "Republik Fufufafa".
Sebelum Slank naik panggung, penonton sudah lebih dulu dipanaskan oleh deretan band pembuka yang tak kalah gahar.
Mereka adaah Shaggydog, Rebellionrose, Superiorts, Rastakrina Soundsystem, hingga pahlawan lokal Malang, Begundal Lowokwaru.
Malang Sebagai Barometer Musik
Bagi Slank, Malang bukan sekadar kota persinggahan. Dalam sesi jumpa pers sebelum konser, Kaka menegaskan bahwa Malang adalah barometer musik nasional.
"Kalau lo sukses di Malang, future akan bagus!" imbhnya.
Konser berakhir menjelang pukul 23.30 WIB dengan lagu pamungkas "Kamu Harus Pulang". Kaka menutup malam yang luar biasa itu dengan pesan penuh apresiasi.
"Alhamdulillah, Slank bisa balik ke Malang. Provokatornya adalah HS! Malam ini kita tunjukkan ke orang-orang, kita berani beda!" tutur Kaka sembari berpamitan dari atas panggung yang masih menyisakan energi luar biasa.