- Dokumenter ini menelusuri jejak Pablo, bayi gorila yang ditemui Sir David Attenborough pada tahun 1978 di Rwanda.
- Menampilkan keberhasilan nyata penyelamatan gorila gunung dari ambang kepunahan menjadi populasi yang berkembang.
- Film ini menjadi refleksi emosional Attenborough sebagai saksi sejarah hubungan manusia dengan alam selama 50 tahun.
Suara.com - Narator legendaris Sir David Attenborough kembali menyapa penonton lewat film bertajuk "A Gorilla Story: Told by David Attenborough".
Baru saja dirilis pada April 2026, dokumenter ini bukan sekadar tayangan alam liar biasa, melainkan sebuah cerminan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan keberhasilan nyata dari upaya konservasi selama puluhan tahun.
Film ini menjadi tontonan wajib yang memberikan harapan di tengah krisis biodiversitas global.
Sinopsis "A Gorilla Story"
Film dokumenter ini membawa penonton kembali ke tahun 1978 di pegunungan Virunga, Rwanda.
Saat itu, dalam seri ikonik "Life on Earth", dunia menyaksikan momen bersejarah ketika seorang David Attenborough muda bertemu dengan bayi gorila gunung yang diberi nama Pablo.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu cuplikan paling terkenal dalam sejarah televisi dunia.
Hampir 50 tahun berlalu, Attenborough mengajak penonton menengok kembali warisan dari pertemuan tersebut.
Fokus utama cerita ini adalah perjalanan hidup Pablo. Penonton akan diajak melihat bagaimana bayi gorila yang dulunya menggemaskan itu tumbuh menjadi seorang gorila pejantan punggung perak, pemimpin kelompok yang tangguh, bijaksana, dan berwibawa.
Dokumenter ini bukan cuma menampilkan cuplikan arsip yang direstorasi dengan indah, tetapi juga mengikuti jejak keturunan Pablo yang masih bertahan hingga hari ini.
Salah satu poin kuat yang membuat dokumenter ini mendapatkan perhatian tinggi adalah pesan optimisnya mengenai konservasi. Seringkali kita disuguhi berita duka tentang kepunahan satwa, namun "A Gorilla Story" justru merayakan keberhasilan.
Gorila gunung di Rwanda pernah berada di ambang kepunahan total. Namun, melalui kerja keras pemerintah setempat, para peneliti, dan organisasi internasional, populasi mereka kini mengalami peningkatan signifikan.
![Komu salah satu koleksi hewan gorila di Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. [Suara.com/Dea]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/13/75055-koleksi-gorila-di-taman-margasatwa-ragunan.jpg)
Film ini menyoroti bagaimana dedikasi manusia dalam menjaga habitat di Virunga Mountains telah membuahkan hasil nyata.
"Dokumenter ini menunjukkan keberhasilan konservasi gorila gunung yang dulunya hampir punah, menjadi salah satu contoh sukses perlindungan satwa liar," tulis ulasan awal mengenai film ini.
Disutradarai oleh James Reed dan Callum Webster, "A Gorilla Story" disebut-sebut sebagai salah satu karya Attenborough yang paling personal.