Suara.com - Sebuah fenomena musik tak biasa tengah menggetarkan publik Sumatera Utara. Lagu berjudul “Siti Mawarni”, karya seorang warga Labuhanbatu bernama Amin Wahyudi Harahap, mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Bukan karena balutan romansa atau melodi yang mendayu, namun karena keberanian liriknya yang menyuarakan kegeraman terhadap darurat narkoba di wilayah tersebut.
Lagu ini dianggap sebagai sebuah anomali di industri musik lokal. Alih-alih menceritakan kisah cinta, Amin menggunakan karyanya sebagai medium kritik sosial yang sangat frontal dan tajam, menyasar ekosistem gelap peredaran narkotika.
Lirik Berbisa: Doa Sekaligus Sindiran Maut
Poin utama yang membuat lagu "Siti Mawarni" ini begitu menyita perhatian terletak pada pemilihan kata-katanya yang tanpa basa-basi. Amin tidak hanya sekadar mengeluh, namun menyelipkan doa bernada kutukan bagi mereka yang terlibat dalam rantai bisnis haram tersebut.
Kutipan lirik yang paling banyak dibicarakan publik adalah:
“Sabu banyak di Sumut Ya Allah, bandar sabu kaya semua, kalau yang beking sabu Ya Allah cepat cabut nyawanya.”
Kalimat ini dinilai publik sebagai sindiran keras yang ditujukan kepada oknum aparat atau pihak-pihak berkuasa.
Selama ini, terdapat kecurigaan kuat di tengah masyarakat bahwa bisnis narkoba di Sumatera Utara sulit diberantas karena adanya perlindungan atau "bekingan" dari oknum tertentu. Melalui lirik ini, Amin mewakili keputusasaan warga yang merasa hukum seringkali tumpul ketika berhadapan dengan penyokong para bandar.
Fenomena lagu "Siti Mawarni" menjadi masuk akal jika melihat data dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat ini, Sumatera Utara menduduki peringkat pertama dalam kasus penyalahgunaan narkoba secara nasional.
Dengan sekitar 1,5 juta jiwa yang terpapar—di mana mayoritas berada di usia produktif (15-25 tahun)—lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah peringatan darurat.
Lirik Lengkap "Siti Mawarni"
Secara keseluruhan, struktur lirik lagu ini diawali dengan sapaan tradisional namun langsung menukik pada inti permasalahan sosial yang ada. Berikut adalah bait-bait yang menjadi sorotan utama:
"Siti Siti Mawarni ya Incek Anak Labuhanbatu / Siti Siti Mawarni ya Incek bintiya Solehudin"
"Kalau ada orang yang nyabu yang Allah cepat kasih azabnya / Sabu banyak di Sumut ya Allah bandar Sabu kaya semua / Kalau yang Backing Sabu ya Allah cepat cabut nyawanya."
"Kalau tak dimatikan ya Allah rakyat kita rusak semua"