Deretan Fakta Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Izin Bodong hingga Korban Alami Trauma

Sumarni

Minggu, 26 April 2026 | 18:30 WIB
Deretan Fakta Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Izin Bodong hingga Korban Alami Trauma
TKP Daycare Little Aresha yang dipasang garis polisi, Sabtu (25/4/2026). [suara.com/Yvestaputu]

Suara.com - Media sosial tengah diramaikan oleh kabar penggerebekan sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.

Lokasi tersebut diduga menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan terhadap anak-anak secara massal.

Sejumlah foto dan cuplikan video yang beredar luas menampilkan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Dalam dokumentasi tersebut, terlihat puluhan balita ditemukan dengan tangan dan kaki terikat. Beberapa di antaranya bahkan hanya mengenakan popok tanpa pakaian, menambah kesan memilukan dari kejadian tersebut.

Lantas, seperti apa fakta-fakta yang sebenarnya? Simak rangkumannya berikut ini!

Ratusan Balita Jadi Korban

Korban Daycare Little Aresha
Korban Daycare Little Aresha

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian mengatakan ada puluhan anak yang diduga mengalami penganiayaan dan perlakuan tak manusiawi di tempat penitipan anak itu.

Berdasarkan data saat ini ada 53 anak yang diduga mengalami perlakuan tak manusiawi itu.

"Yang kita lihat ada tindakan kekerasan itu sekitar 53 orang (anak). By data ya," kata Adrian.

baca juga

Adrian menerangkan, angka 53 anak ini diperkirakan masih bisa bertambah. Pasalnya ada 103 anak yang terdaftar di tempat penitipan anak itu.

Adrian pun menceritakan saat penggerebekan petugas mendapati anak-anak ini dalam kondisi terikat saat di penitipan anak. Para balita ini diikat di tangan maupun kaki.

"Ada juga yang kakinya diikat. Tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum itu yang bisa saya jelaskan," ucap Adrian.

"Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi," imbuh Adrian.

Tidak Memiliki Izin

Day Care Little Aresha
Day Care Little Aresha

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa daycare tersebut beroperasi tanpa izin resmi, sehingga tidak berada dalam pengawasan standar yang ditetapkan pemerintah terkait kelayakan fasilitas, tenaga pengasuh, dan perlindungan anak.

“Tidak berizin. Kami sudah cek di Dinas Pendidikan maupun ke Dinas Perizinan, memang itu belum ada izinnya,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas.

Retnaningtyas mengatakan sanksi yang diberikan untuk daycare yakni penutupan. Aktivitas di dua lokasi daycare tersebut bakal dihentikan.

Ia juga mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus ini.  

“Karena itu satu yayasan, itu daycare dan TK. Kalau yang khusus itu kan sudah jadi penanganan kasus di Polresta, sehingga kemungkinan besar sudah tutup secara permanen karena memang sudah terjadi kejadian,” ungkapnya.

Korban Alami Trauma Mendalam

Ilustrasi Anak Alami Trauma
Ilustrasi Anak Alami Trauma

Salah satu orang tua korban, Norman Widarto, seorang ASN di lingkungan Pemda DIY, mengaku terpukul dan tidak menyangka kejadian tersebut dapat menimpa buah hatinya.

"Selama ini kalau ada luka di punggung atau bibir, pihak daycare selalu berdalih luka itu sudah ada dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya, tubuhnya bersih tanpa bekas. Ternyata setelah melihat video, anak-anak di bawah tiga tahun itu diikat kaki dan tangannya, bahkan hanya dipakaikan popok tanpa baju," ujar Norman.

Selain luka Fisik, Norman mengatakan anaknya juga sering jatuh sakit hingga menderita pneumonia dan gangguan paru-paru.

Kekhawatiran orang tua tidak berhenti pada luka fisik. Gusti Adi, orang tua korban lain, mengungkao bahwa anaknya sempat menirukan permainan mengikat tangan dan kaki.

Awalnya dianggap hal biasa, namun setelah kasus ini terbongkar, ia mulai curiga bahwa perilaku tersebut merupakan refleksi dari apa yang dialami di daycare.

Ia juga mengungkapkan bahwa anaknya yang lebih besar masih mengalami kebiasaan mengompol di usia delapan tahun.

Saat Gusti Adi berkonsultasi terkait masalah ini, psikolog mengungkapkan kemungkinan trauma akibat mengalami atau menyaksikan kekerasan.

“Efeknya bisa seperti itu, meski anak belum bisa menceritakan dengan jelas,” ungkapnya.

Polisi Menetapkan 13 Orang Menjadi Tersangka

Day Care Little Aresha
Day Care Little Aresha

Penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta resmi menetapkan 13 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo.

Keputusan ini diambil setelah kepolisian melakukan gelar perkara intensif pada Sabtu, 25 April 2026.

"Kami telah melaksanakan gelar perkara dan menetapkan 13 orang tersangka sementara. Mereka terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," ungkap Pandia.

Penetapan tersangka ini merupakan buntut dari dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dialami puluhan balita di tempat penitipan tersebut.

Para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Fokus penyidikan mencakup tindakan kekerasan fisik, penelantaran, perlakuan salah, hingga tindakan diskriminatif yang membiarkan anak dalam situasi berbahaya.

Meski belasan tersangka sudah ditetapkan, kepolisian masih terus melakukan pendalaman melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Saat ini, penyidik tengah menggali motif utama di balik tindakan keji tersebut dan menjadwalkan pemeriksaan visum untuk mengidentifikasi luka fisik yang dialami para korban secara medis.

"Kami masih mendalami motifnya. Mengenai detail perkembangan penyidikan dan peran spesifik masing-masing tersangka, akan kami sampaikan secara resmi pada hari Senin, 27 April mendatang," tambah Pandia.

Kontributor : Anistya Yustika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menantu Pemilik Daycare Little Aresha Dikuliti, Ternyata Kuliah LPDP di Australia

Menantu Pemilik Daycare Little Aresha Dikuliti, Ternyata Kuliah LPDP di Australia

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 14:15 WIB

Tampang Terduga Pengasuh Daycare Little Aresha Terekam Saat Digerebek

Tampang Terduga Pengasuh Daycare Little Aresha Terekam Saat Digerebek

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 13:10 WIB

Curhat Pilu Ibu Korban Daycare Little Aresha, Bayi Diikat Tanpa Baju: Hatiku Hancur

Curhat Pilu Ibu Korban Daycare Little Aresha, Bayi Diikat Tanpa Baju: Hatiku Hancur

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 12:03 WIB

Lebih dari 50 Balita Jadi Korban Penganiayaan, Daycare Little Aresha Ternyata Tak Berizin

Lebih dari 50 Balita Jadi Korban Penganiayaan, Daycare Little Aresha Ternyata Tak Berizin

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 11:05 WIB

Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 09:48 WIB

Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?

Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?

Entertainment | Sabtu, 25 April 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×