Setelah penantian panjang selama dua dekade, dunia mode kembali diguncang oleh kehadiran sekuel legendaris, The Devil Wears Prada 2.
Film yang resmi menghiasi bioskop tanah air mulai hari ini, Rabu, (29/4/2026).
Sekuel ini membawa kembali trio ikonik: Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt.
Berbeda dari pendahulunya, sekuel ini mengusung naskah orisinal hasil kolaborasi penulis novel aslinya, Lauren Weisberger, bersama Aline Brosh McKenna.
Sebelum ke bioskop simak dulu review The Devil Wears Prada 2 yang sudah lama dinantikan!
1. Reuni Akting dan Chemistry Abadi

Menonton sekuel ini terasa seperti melakukan perjalanan waktu, penonton segera disambut oleh ritme dialog yang cepat, komedi satir yang cerdas, serta tekanan kerja yang mencekam di kantor majalah Runway.
Sebagai film yang mengangkat tema mode, aspek visual tentu menjadi garda terdepan.
Deretan busana yang ditampilkan sangat memanjakan mata dan tetap mempertahankan standar glamour yang tinggi.
Meskipun harus diakui sulit untuk menandingi keikonikan gaya pada film pertamanya yang telah menjadi referensi budaya pop dunia.
3. Konflik Era Digital: Relevan Namun Kurang Tajam

Dari sisi narasi, film ini mencoba memotret realitas industri media saat ini, yaitu pergeseran dari majalah cetak menuju dominasi media sosial dan influencer.
Isu ini sangat relevan mengingat industri mode kini tidak lagi bersifat eksklusif.
Sayangnya, potensi konflik besar mengenai masa pensiun Miranda dan krisis media digital ini dieksekusi dengan cara yang ‘terlalu aman’.
Alur ceritanya terasa kurang menggigit dan tidak setajam persaingan di film pertama, sehingga terasa lebih seperti hiburan nostalgia daripada sebuah gebrakan baru.