- Sitha Marino mengubah pandangan tentang pernikahan menjadi positif setelah menjalin hubungan dengan Bastian Steel sejak tahun 2020.
- Di Jakarta pada 28 April 2026, Sitha menyatakan kesiapan mentalnya meski tidak ingin terburu-buru merespons desakan netizen.
- Sitha menegaskan akan menunggu waktu yang tepat untuk menikah tanpa mempedulikan tekanan sosial maupun target usia tertentu.
Suara.com - Sitha Marino mengaku pandangannya soal pernikahan berubah total sejak menjalin hubungan dengan Bastian Steel.
Meski begitu, adik Putri Marino ini menegaskan tidak ingin terburu-buru naik pelaminan hanya karena desakan netizen.
Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 28 April 2026, aktris 26 tahun ini bercerita bahwa dahulu dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk membangun rumah tangga.
"Jujur, sebelum sama Bastian, aku memang enggak memikirkan yang namanya marriage. Yang aku pikirkan ya udah, aku pengin jadi tante dari ponakan-ponakan aku. Cuma pengin jadi tante yang kaya aja lah gitu kan," kata Sitha Marino.
Namun, kehadiran Bastian Steel di hidupnya sejak tahun 2020 perlahan meruntuhkan prinsip tersebut.
Setelah menjalani hubungan selama enam tahun, Sitha mulai melihat pernikahan sebagai sesuatu yang positif.
"Terus tiba-tiba aku ketemu Bastian, akhirnya aku ngerasa kayak... Aku pikir pernikahan itu enggak buruk. Ok lah," ujar Shita.
"Terus lama-lama baru aku ngerasa pernikahan itu sangat baik, enggak ada masalah gitu. Jadi sekarang aku mikir kayak, ya kenapa enggak, mau banget malah."
Kendati sudah merasa siap secara mental, Sitha merasa belakangan ini dirinya kerap "diteror" oleh komentar netizen yang memintanya segera menikah.
Hal ini dipicu karena banyak teman sebaya Bastian yang sudah melepas masa lanjang. Menanggapi tekanan tersebut, Sitha memilih bersikap masa bodoh.
"Aku lagi di posisi kayak dipaksa banget sama netizen untuk menikah. Tapi menurut aku, pernikahan itu sesuatu yang harus kita kejar-kejar gitu. Semua orang punya waktunya sendiri dan aku enggak pernah mau memaksakan," ucap bintang film Keluarga Suami adalah Hama.
Sitha memilih untuk menunggu momen yang paling tepat tanpa beban target umur ataupun persaingan sosial.
"Kayak contoh, 'Oh teman-temannya Babas udah pada nikah nih, aku harus wajib...' Enggak. Aku menunggu saatku tiba Sekarang aku udah bodo amat (omongan orang). Apapun yang mereka mau bilang ya terserah," imbuhnya.