- Raja Charles III melakukan teknik roasting cerdas kepada Donald Trump dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih.
- Sang Raja menggunakan fakta sejarah, seperti pembakaran Gedung Putih tahun 1814, sebagai bahan candaan yang efektif.
- Donald Trump dan para tamu undangan menyambut humor tersebut dengan tawa lepas karena diksinya yang relevan dan jenius.
"Kalau boleh saya katakan, jika bukan karena kami, Anda mungkin akan berbicara bahasa Prancis," ujar Charless kembali mengundang tawa hadirin.
Lewat jokes tersebut, Charles ingin mengingatkan sejarah Amerika yang dulunya adalah merupakan koloni Inggris dan bantuan Inggris (serta Prancis) dalam sejarah pembentukan negara tersebut.
Charless III berhasil membalikkan keadaan tanpa terlihat sombong, melainkan terkesan sebagai sosok yang memiliki selera humor tingkat tinggi.