- MD Pictures akan merilis film Children of Heaven adaptasi karya Majid Majidi pada 27 Mei 2026 mendatang.
- Sutradara Hanung Bramantyo mengarahkan Jared Ali dan Humaira Zahra dalam film berlatar belakang tahun 1980-an tersebut.
- Kehadiran para komika bertujuan memberikan nuansa komunikatif agar penonton tidak merasa depresi saat menyaksikan drama kemiskinan.
Suara.com - MD Pictures siap merilis salah satu proyek paling ambisiusnya tahun ini, Children of Heaven, sebuah adaptasi resmi dari film legendaris Iran karya Majid Majidi berjudul sama yang dirilis pada (1997).
Produser Manoj Punjabi mengungkapkan bahwa menggarap ulang film nominator Oscar ini bukan perkara mudah, terutama dalam mencari sosok pengganti Ali dan Zahra yang ikonik.
Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 27 Mei 2026 ini menjanjikan nuansa yang berbeda dari versi aslinya.
Jika versi Iran dikenal dengan atmosfernya yang sangat serius dan melankolis, versi Indonesia garapan sutradara Hanung Bramantyo ini bakal tampil lebih komunikatif dan memiliki "repeat value".
Misi Mustahil Mencari Ali dan Zahra
Bagi Manoj, tantangan terbesar dalam memproduksi film ini adalah departemen akting, khususnya pemeran utama anak.
Dia bahkan menyebut pencarian Ali dan Zahra sebagai "mission impossible" karena standar tinggi yang sudah ditetapkan oleh versi aslinya.
"Paling berat di sini adalah siapa yang mau jadi Ali sama Zahra? Itu mission impossible. Karena di aslinya, itu perfect casting. Tantangannya adalah bagaimana saya mau menggantikan Ali dan Zahra?" kata Manoj Punjabi dalam konferensi pers yang digelar pada Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (4/5/2026).
Setelah melalui proses casting panjang yang dilakukan langsung di lokasi syuting untuk melihat kecocokan kostum dan chemistry di bawah arahan Hanung Bramantyo, MD Pictures akhirnya menjatuhkan pilihan pada Jared Ali dan Humaira Zahra.
"Saya dengan yakin bisa bicara bahwa adaptasinya enggak kalah, mungkin lebih baik juga dari aslinya. Saya sudah nonton film ini mungkin 50 sampai 60 kali dan enggak ada bosannya," ujar bos MD Pictures tersebut.
Alasan Libatkan Komika: Menghindari Depresi
![Manoj Punjabi bersama pemeran film Children to Heaven dalam acara jumpa pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/05/24270-manoj-punjabi-dan-pemeran-film-children-to-heaven.jpg)
Ada yang unik dari daftar pemain film Children of Heaven. Selain jajaran aktor serius seperti Andri Mashadi dan Faradina Mufti, terselip nama-nama komika dan aktor karakter seperti Muhadkly Acho, Erik Estrada, hingga Lolox.
Manoj menjelaskan bahwa kehadiran mereka adalah strategi agar penonton tidak merasa "lelah" atau depresi saat menonton drama tentang kemiskinan ini.
"Kalau saya nonton film berat, saya capek, saya merasa depresi. Di film ini, kehadiran komika sangat membantu elemen 'bocor'. Akting mereka natural banget, mulai dari kepala sekolah sampai guru olahraga. Mereka membuat film ini lebih hidup dibanding aslinya," imbuh Manoj.
Muhadkly Acho, yang memerankan sosok kepala sekolah galak namun hobi berpantun, mengaku harus melakukan riset pribadi untuk menghidupkan suasana sekolah tahun 1980-an.