- Kuasa hukum Richard Lee menegaskan bahwa sertifikat mualaf tidak diperlukan karena keislaman cukup dibuktikan dengan dua kalimat syahadat.
- Pihak Richard Lee membantah tuduhan miring terkait aktivitas ibadah serta menegaskan kliennya tetap fokus mendalami ajaran agama Islam.
- Richard Lee diduga menjadi korban pembunuhan karakter dan berencana melaporkan pihak penyebar fitnah terkait isu pencabutan sertifikat mualaf.
"Al-Quran pun itu terjemahan, dia titip lah ke asistennya dokter Richard. Isu yang dia sampaikan ke luar bahwa Al-Qurannya sudah dia tarik, padahal Al-Quran itu belum sampai ke dokter Richard. Gitu. Jadi janganlah, jangan melebar, jangan memperkeruh keadaan," tuturnya.
Fokus Ibadah di Balik Jeruji Besi
Di sisi lain, Richard Lee saat ini masih mendekam di tahanan Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran hak konsumen yang dilaporkan Dokter Detektid alias Doktif.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Abdul memastikan kliennya justru sedang fokus mendalami keyakinan barunya.
Kabar yang menyebut Richard Lee membaca kitab suci lain di dalam sel pun dibantah mentah-mentah.
"Ah itu saya pastikan itu tidak benar. Itu informasi yang hoaks," tegas Abdul.
"Dokter di dalam saya lihat dia lagi sedang membaca ayat-ayat Al-Qur'an, dia mulai belajar," tambahnya.
Melalui kuasa hukumnya, Richard Lee berharap publik berhenti memperdebatkan pilihan spiritualnya.
"Dia meminta masyarakat Indonesia untuk lebih punya kesadaran terhadap apa yang sudah dia pilih dan dia yakini... Agama yang dia pilih itu bukan karena paksaan atau tekanan apalagi ingin menuai simpati publik," terang Abdul.
![Dokter Richard Lee akhirnya dijebloskan ke sel Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) pukul 21.50 terkait kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan UU Kesehatan. [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/07/83608-dokter-richard-lee-dr-richard-lee.jpg)
Dugaan Pembunuhan Karakter dan Ancaman Laporan Balik
Pihak Richard Lee mencium adanya upaya sistematis untuk merusak citra dan kredibilitas sang dokter melalui isu mualaf ini.
Mereka menduga ada pihak-pihak yang sengaja mencari popularitas di tengah masalah yang dihadapi kliennya..
Tuduhan bahwa Richard Lee menjadi mualaf hanya untuk menarik simpati publik dianggap sebagai serangan yang keji. Oleh karena itu, langkah hukum kini tengah disiapkan.
Pihaknya sedang menunggu waktu yang tepat untuk melaporkan sejumlah individu yang dinilai telah menyebarkan fitnah.
"Yang sudah jelas kan si Samira (Doktif) ya, sudah jelas itu. Tapi untuk yang pihak-pihak lain kami masih melihat dulu perbuatan mereka seperti apa," pungkasnya, mengisyaratkan bahwa babak baru dari perseteruan ini akan segera bergulir ke meja hijau.