- Titi DJ menuai kontroversi setelah menyatakan penampilan kontestan Vedra lebih baik daripada Lyodra dalam ajang The Icon Indonesia.
- Pernyataan Titi DJ tersebut memicu kemarahan warganet yang menilai sang juri telah merendahkan kualitas vokal Lyodra Ginting.
- Penyanyi Citra Scholastika turut memberikan saran agar juri memuji peserta tanpa perlu membandingkan atau merendahkan penyanyi aslinya.
Suara.com - Diva pop Tanah Air, Titi DJ mendadak menjadi sasaran kekesalan warganet di media sosial.
Hal ini bermula dari komentarnya dalam ajang pencarian bakat bertajuk The Icon Indonesia yang tayang di SCTV.
Penyanyi 58 tahun ini dinilai telah mengucilkan kemampuan vokal Lyodra Ginting.
Titi DJ membandingkan Lyodra dengan salah satu kontestan The Icon bernama Vedra.
Saat itu, Vedra membawakan lagu legendaris bertajuk "Sang Dewi" milik Titi DJ yang dipopulerkan kembali oleh Lyodra.
Titi DJ mengaku sangat terpukau hingga meralat pendapat pribadinya selama ini.
"Ketika Lyodra menyanyikan lagu 'Sang Dewi' dengan begitu bagusnya, dengan begitu indahnya, dan begitu menjadi miliknya Lyodra, saya pikir tidak ada lagi yang lebih bagus dari Lyodra menyanyikannya," ujar Titi DJ.
Namun, pujian yang awalnya terasa manis itu berubah menjadi kontroversi bagi para penggemar Lyodra.
Pasalnya, Titi DJ secara gamblang menyebut bahwa penampilan Vedra malam itu jauh lebih hebat.
"Tapi ternyata malam ini dipatahkan. Jadi pendapat saya pun saya patahkan, ternyata ada yang lebih bagus dari Lyodra! Wow! Lyodra bagus, tapi ini lebih bagus," ucap ibunda Stephanie Poetri ini.
Sontak saja, kolom komentar di berbagai platform media sosial langsung dipenuhi oleh nada sumbang dari warganet.
"Maaf lost respect buat Titi DJ. Maaf sekali Lyodra bahkan lebih bagus dari Titi DJ," kata seorang warganet.
Di tengah riuhnya perseteruan tersebut, penyanyi Citra Scholastika pun ikut bersuara.
Melalui unggahan di Threads, pelantun "Everybody Knew" itu curhat pernah mengalami nasib yang serupa dengan Lyodra.
Citra Scholastika yang merupakan jawara Indonesian Idol musim keenam ini menceritakan momen saat lagunya dibawakan oleh peserta lain di sebuah kompetisi.