- Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap 50 santriwati dengan modus manipulasi "kasih sayang ayah" dan cuci otak.
- Pelaku diketahui telah melakukan aksi bejat sejak 2008, pernah didemo warga, namun tetap bebas beroperasi hingga memakan puluhan korban baru.
- Selain mencabuli santriwati di pesantren, pelaku diduga sering memesan wanita di bawah umur saat tinggal di kontrakan.
Dugaan kejahatan di masa lalu itu bahkan lebih ekstrem karena dikabarkan ada korban yang sampai hamil.
Namun, proses hukum kala itu seolah tidak berjalan maksimal sehingga pelaku masih bisa melanjutkan aktivitasnya di pesantren.
Setelah sempat didemo, Ashari dikabarkan sempat pindah tempat tinggal sementara di sebuah lokasi dekat pom bensin.
Sayang, perilakunya tidak berubah dan justru semakin berani memesan wanita yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah menengah.
"Ngontrak di pom bensin depan Waturoyo itu selama 2 tahun. Di situ tiap malam pesan cewek gonta-ganti," kata KS.
KS juga memaparkan bagaimana cara Ashari memanipulasi para santriwati dengan dalih kasih sayang seorang ayah.
![Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/47770-kiai-ashari-dari-pondok-pesantren-di-pati-ditangkap-karena-kasus-pencabulan-terhadap-puluhan-santri.jpg)
Pelaku mencoba mencuci otak para korban agar merasa lebih dekat dengan dirinya ketimbang dengan orangtua kandung mereka sendiri.
"Setiap wanita itu dianggap anak dia, terus diputus hubungan dari orangtuanya, dijadikan anak dia," beber KS mengungkap taktik manipulasi pelaku.
Perlakuan fisik yang tidak wajar pun kerap terlihat oleh orang-orang di sekitar pondok pesantren tersebut.
Pelaku seringkali melakukan kontak fisik yang berlebihan kepada para santriwati di depan umum dengan dalih sebagai bentuk perhatian.
"Nah, terus setiap salaman itu, dicium pipi kanan kiri, batuk (kening), dan juga itu... lambenya (bibirnya)," kata KS.