- Redaksi merekomendasikan lima film genre thriller dan action di Netflix yang fokus pada intensitas tinggi, aksi balas dendam, dan upaya bertahan hidup.
- Pilihan film mencakup satire perburuan manusia (The Hunt), horor paranoia di hutan (Prey), hingga aksi estetis penuh amarah dari Korea Selatan (Ballerina).
- Dua sekuel John Wick masuk dalam daftar karena menawarkan tempo permainan yang cepat dan koreografi laga yang dianggap tak membosankan untuk ditonton ulang.
Suara.com - Malam Minggu sering kali menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan bekerja. Menyaksikan film favorit di Netflix bisa jadi pilihan menarik.
Tapi kali ini, redaksi akan merekomendasikan film-film yang bisa bikin adrenalin terpacu atau setidaknya bikin kamu dikit-dikit menahan napas.
Kami telah mengkurasi lima judul film yang tidak hanya menawarkan cerita yang solid, tetapi juga intensitas tinggi.
Berikut adalah daftar film pilihan yang wajib masuk dalam daftar tontonan kamu pada akhir pekan ini.
1. The Hunt (2020)
The Hunt bukanlah film horor biasa. Ini adalah sebuah thriller satire yang sangat provokatif. Bayangkan kamu terbangun di sebuah lapangan luas bersama 11 orang asing lainnya tanpa tahu mengapa bisa ada ada di sana.
Ternyata, kamu adalah "buruan" bagi sekelompok elit kaya yang menjadikan nyawa manusia sebagai olahraga.
Ketegangan dalam film ini muncul dari ketidakpastian. Penonton tidak pernah tahu siapa yang akan mati selanjutnya karena sutradara Craig Zobel sering kali mematikan karakter yang terlihat seperti "pemeran utama" di awal film.
Namun, pesona utama ada pada karakter Crystal (Betty Gilpin). Transformasinya dari korban menjadi pemburu balik sangat intens.
Adegan perkelahian final di dapur antara Crystal dan karakter yang diperankan Hilary Swank akan membuat kamu terpaku tanpa berkedip. "Dunia ini gila, dan mereka yang memburu justru akan diburu," seolah menjadi pesan tersembunyi di balik aksi brutal ini.
2. Prey (2021)
Film Jerman original Netflix ini membuktikan bahwa hutan yang indah bisa berubah menjadi neraka dalam sekejap.
Lima sahabat yang sedang merayakan pesta lajang dengan mendaki gunung tiba-tiba menjadi sasaran penembak jitu misterius. Tanpa alasan yang jelas, mereka ditembaki satu per satu dari kejauhan.
Rasa sesak dalam Prey muncul dari rasa tak berdaya. Sang musuh tidak terlihat, hanya suara letusan senapan yang memecah kesunyian hutan.
Penonton dipaksa merasakan paranoia yang dialami para karakter. Setiap langkah di ruang terbuka bisa berarti kematian.
Thomas Sieben berhasil membangun atmosfer "claustrophobic" meskipun latar tempatnya adalah alam terbuka. Kamu akan ikut merasa lelah dan ketakutan saat melihat para pria ini mencoba berlari di antara pepohonan tanpa arah.
Film ini disutradarai Thomas Sieben dengan pemain utama antara lain David Kross, Hanno Koffler, dan Maria Ehrich.
3. Ballerina (2023)
Korea Selatan bisa dibilang tak pernah gagal dalam genre balas dendam. Ballerina mengisahkan Okju, seorang mantan pengawal profesional yang memiliki kemampuan tempur luar biasa.
Ia mengejar sebuah organisasi kriminal demi membalaskan dendam sahabatnya, Minhee, seorang balerina yang hidupnya hancur akibat kekerasan seksual.
Film ini adalah perpaduan antara visual yang artistik dan kekerasan yang mentah. Adegan aksinya dikoreografi dengan sangat rapi namun tetap terasa menyakitkan. Ketegangan memuncak saat Okju menyusup sendirian ke markas musuh.
Jeon Jong-seo memberikan performa yang sangat dingin, matanya mencerminkan amarah yang terpendam. Setiap tebasan senjata dan ledakan di film ini terasa sangat personal, membuat penonton terus bertanya-tanya, "Sampai mana Okju sanggup bertahan demi sebuah janji terakhir?"
Film ini disutradarai Lee Chung-hyeon dengan pemain utama antara lain Jeon Jong-seo, Kim Ji-hoon, dan Park Yu-rim
4. John Wick: Chapter 2 (2017)
Setelah sukses dengan film pertamanya, John Wick kembali dengan skala yang lebih besar. Kali ini, ia terikat sumpah darah dengan bos mafia Italia, Santino D’Antonio.
John dipaksa kembali ke dunia pembunuh bayaran untuk melakukan satu tugas terakhir di Roma. Namun, dunia bawah tanah penuh dengan pengkhianatan.
Ketegangan film ini berasal dari fakta bahwa John tidak pernah benar-benar aman. Adegan di mana ia harus bertarung di dalam katakombe Roma hingga aksi tembak-menembak yang sunyi di tempat umum benar-benar luar biasa.
Kami yakni kamu sudah menonton film ini. Tapi kayaknya tak salah bila menontonnya lagi.
Film ini digarap oleh sutradara Chad Stahelski dengan pemain utama Keanu Reeves, Riccardo Scamarcio, dan Ian McShane.
5. John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)
Kami yakin menonton ulang John Wick: Chapter 3 – Parabellum tak akan membosankan. Film ini melanjutkan langsung dari film kedua.
John Wick kini menyandang status "Excommunicado". Dengan harga kepala senilai 14 juta dolar AS, setiap pembunuh bayaran di dunia memburunya. Ia harus bertahan hidup di jalanan New York tanpa akses ke fasilitas Continental.
Ini adalah film dengan tempo tercepat dalam daftar ini. Sejak menit pertama, John sudah terlibat perkelahian di perpustakaan yang sangat brutal.
Penonton tak diberi waktu untuk beristirahat. Puncaknya adalah adegan kejar-kejaran motor di jembatan dan pertarungan di gedung kaca yang sangat memukau secara visual.
Ketegangan bahwa "siapa saja bisa menjadi musuh" membuat film ini sangat melelahkan, dalam artian yang baik, untuk ditonton.
Chad Stahelski masih duduk di kursi sutradara. Film ini dibintangi Keanu Reeves, Halle Berry, dan Laurence Fishburne.
Itu dia 5 rekomendasi film Netflix pilihan redaksi yang siap mengisi malam Minggu kamu dengan adrenalin. Selamat menonton!