- Kreator konten Jerhemy Owen resmi memulai debut balap profesional pada ajang Mandalika Festival of Speed 2026 di Lombok.
- Owen berkompetisi dalam kategori Radical Time Attack bersama tim Sekuya Evos Racing setelah menjalani serangkaian pelatihan intensif.
- Dalam debutnya, Owen berhasil mencatatkan rekor waktu pribadi terbaik yaitu 1 menit 56 detik di sirkuit tersebut.
Demi memberikan performa terbaik, ia menjalani serangkaian pelatihan intensif, meliputi latihan fisik hingga pendalaman teknik racing line, kontrol kendaraan, serta pengambilan keputusan cepat dalam kecepatan tinggi.
Bagi Owen, keselamatan adalah prioritas utama mengingat balap mobil termasuk dalam kategori olahraga ekstrem.
"Enggak bisa dipungkiri ini adalah sport yang ekstrem. Jadi kita harus hati-hati, profesional, dan sangat well-prepared," imbuhnya.
Mencatatkan Rekor Pribadi di Tengah Para Profesional
Meski berstatus sebagai pendatang baru, Owen berkesempatan berbagi lintasan dengan nama-nama berpengalaman seperti Senna Iriawan, Hana Burton, Fandy Adianto, hingga Amara Angelica.
Alih-alih merasa terintimidasi oleh jam terbang para pembalap senior tersebut, Owen justru menjadikan momen ini sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.
Hasilnya pun cukup memuaskan. Owen berhasil mencatatkan rekor waktu pribadi (personal best record) di angka 1 menit 56 detik.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan latihan keras yang ia jalani membuahkan hasil yang signifikan.
Bagi pria lulusan Teknologi Lingkungan di Belanda ini, terjun ke dunia balap adalah manifestasi dari keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman.
Ia melihat profesinya sebagai kreator konten sebagai pintu pembuka untuk mengeksplorasi berbagai hal baru yang sebelumnya terasa mustahil dijangkau.
Sosok Kreator yang Multitalenta
Jerhemy Owen, yang bernaung di bawah manajemen talenta Mantappu Corp, memang dikenal sebagai sosok yang eksploratif.
Sebelum menjajal aspal Mandalika, namanya sudah harum di dunia aktivisme lingkungan.
Melalui proyek #Wenanam pada tahun 2025, ia bekerja sama dengan WWF Indonesia untuk menanam 10.000 pohon di wilayah Papua dan Jawa Barat.
Tak hanya itu, ia juga berperan aktif dalam membangun akses air bersih bagi masyarakat di NTT bersama Plan International.